UU Cipta Kerja Bisa Percepat Pemulihan Sektor Properti?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 06 Des 2020 20:45 WIB
Komisaris Utama PT Regio Aviasi Industri Ilham Akbar Habibie
Foto: Zaky 20detik
Jakarta -

Ilham Akbar Habibie, anak mantan Presiden ke-3 RI BJ Habibie bicara soal dampak UU Cipta Kerja pada sektor properti. Khususnya dalam urusan pengadaan tanah, UU Cipta Kerja dinilai memberi kepastian hukum baik kepada masyarakat maupun para investor.

Ilham yang juga merupakan Presiden Komisaris Pollux Habibie International turut mengapresiasi Rancangan Peraturan Pelaksana (RPP) UU Nomor 11/2020 alias UU Cipta Kerja yang dibuat oleh Kementerian ATR/BPN.

Dia menilai, RPP Penataan Ruang RDTR digital didesain dengan sangat sesuai dengan Online Single Submission pada Bank Tanah. Hal itu bisa menjamin ketersediaan tanah untuk pembangunan kawasan perumahan dan pemukiman.

"Dengan ini tentu industri sektor properti akhirnya mendapatkan sebuah harapan lagi setelah kemarin terdampak cukup keras akibat pandemi. Kini baik investor maupun masyarakat dapat merasa lebih aman ketika ingin membangun atau membeli hunian," ujar Ilham pada keterangannya, Minggu (6/12/2020).

"Tentunya kita sebagai pelaku usaha juga berharap situasi dapat cepat pulih kembali," kata dia.

Saat ini sendiri perusahaan Ilham, Pollux Properti Indonesia, sedang bekerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan tengah membangun proyek mega superblok di Batam.

Pembangunan itu bertajuk Meisterstadt atau Pollux Habibie di kawasan Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau. Proyek ini berangkat dari ambisi presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie untuk mewujudkan Batam sebagai kota maju dan terdepan di Indonesia.

Sebagai informasi, pembangunan superblok Meisterstadt berdiri di atas luas lahan sebesar 9 hektare (ha). Superblok terintegrasi pertama di Batam yang tengah memasuki tahap pembangunan fase 2 ini terdiri atas 11 gedung pencakar langit yang diantaranya delapan menara apartemen dengan total 6.500 unit, hotel, rumah sakit internasional, menara perkantoran, mall, pertokoan, dan universitas.

Direktur Utama PT Pollux Indonesia Suryo Atmanto menambahkan, proyek yang digarap pihaknya akan menggunakan teknologi Integrated Vertical City dari Jerman, yang disematkan pada Meisterstadt.

Hal itu merupakan ide BJ Habibie. Teknologi ini mengedepankan konsep ramah lingkungan sekaligus memperhatikan faktor human sentrik.

"Pollux Habibie Financial Center & International Hotel yang memiliki tinggi hingga 350 meter ini akan menjadikan Meisterstadt sebagai ikon baru kota Batam sekaligus Indonesia. Tingginya hampir dua kali lipat dari Marina Bay Sands Singapura. Rumah sakit keinginan dari almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie juga akan dibangun dan dibuat setaraf dengan Mount Elizabeth Hospital Orchard yang ada di Singapura," pungkas Suryo.

(dna/dna)