Alasan Penghuni Pilih Cabut dari Kos: Gaji Dipotong-Dirumahkan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 11:51 WIB
ilustrasi kamar hotel
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) menyebabkan banyak orang mengalami pemotongan gaji hingga kehilangan pekerjaan. Misalnya saja di mal dan restoran yang selama ini beroperasi terbatas, sehingga ratusan ribu karyawan dirumahkan.

Ternyata, hal itu berdampak pada tingkat hunian kos-kosan, terutama di kawasan DKI Jakarta. Jamil, pemilik kos di Kelurahan Kalibata, Jakarta Selatan mengatakan banyak penghuni kosnya yang sudah keluar atau tak lagi melanjutkan sewa.

Selain di kos-kosan miliknya, Jamil yang juga menjabat sebagai Ketua RT 10 RW 05 di kawasan tersebut mengatakan, pemilik kos lain di wilayah tersebut juga mulai ditinggalkan penghuninya. Banyak penghuni kos yang merupakan karyawan mal dan restoran mengalami pemotongan gaji sampai dirumahkan, sehingga memilih tak lagi melanjutkan sewa kos.

"Di tempat-tempat lain yang terima gaji setengah kebanyakan mereka pilih mudik daripada ngutang di kos," kata Jamil kepada detikcom, Selasa (2/2/2021).

"Kos di belakang tempat saya juga ada 12 kamar, yang terisi sekarang cuma setengahnya. Di situ kebanyakan karyawan di mal dan restoran itu, karena mal terbatas dan restoran banyak yang tutup, akhirnya mereka pulang, nggak kos lagi, karena kebanyakan dirumahkan untuk saat ini," sambung dia.

Di kos-kosan miliknya sendiri, kini hanya terisi 37 kamar dari total 52 kamar. Para penghuni kos miliknya memilih keluar dikarenakan kantornya menerapkan kebijakan work from home (WFH).

"Karena WFH, banyak yang memilih mudik, di rumah masing-masing. Kebanyakan kan karyawan dari daerah, dari Jawa, Kalimantan, lalu ngekos di sini. Nah dia diinfokan kantornya itu 2021 sudah full WFH, jadi mereka pindah, nggak ngekos lagi," tutur Jamil.

Dihubungi terpisah, Rachmatunissa yang pernah menjadi penghuni kos-kosan milik Jamil mengaku memilih tak melanjutkan sewa karena saat ini bekerja dari rumah.

"Saya cabut dari kosan dengan alasan kurang lebih sama, karena ya sekarang nggak ada kebutuhan ngekos, sebagian besar kerjaan WFH, nggak pernah lagi pulang larut malam, dan terutama lebih nyaman dekat sama keluarga di masa kayak gini," kata wanita yang akrab disapa Nissa tersebut.

Padahal, ia sendiri sudah 8 tahun menjadi penghuni di kos milik Jamil. Ia mengaku sedih ketika harus meninggalkan kos yang telah menjadi rumah keduanya itu.

"Saya saja 8 tahun ada kali di sini, ini kos terlama, terbetah, dan terakhir. Dalam beberapa bulan ini bertubi-tubi banyak yang cabut. Biasanya, kalau ada yang cabut nggak lama sudah terisi lagi. Saya dulu malah mengincar kos ini dari masih ada orangnya, sudah saya teror melulu Ibu kos supaya kalau kosong langsung buat saya. Wajar jadinya agak baper (terbawa perasaan) dan campur aduk perasaan meninggalkan kosan ini," pungkasnya.

Lihat Video "Kisah Pramugari Kereta Api yang Dirumahkan di Masa Pandemi Corona"

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/ara)