Mulai 15 Februari, Wisatawan Masuk Inggris Akan Dikarantina di Hotel

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 17:42 WIB
Ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Inggris akan menerapkan kebijakan karantina di hotel bagi wisatawan yang datang dari pusat penyebaran virus Corona (COVID-19). Kebijakan itu akan mulai diberlakukan 15 Februari mendatang.

Masa tinggal wajib 10 hari disediakan oleh pemerintah. Hal itu dirancang untuk memperketat varian baru virus Corona yang dapat membahayakan program vaksinasi Inggris.

"Kami ingin memastikan bahwa ini berhasil. Kami memberikan pemberitahuan kepada industri hotel," kata Menteri Luar Negeri Junior, James Cleverly dikutip dari CNBC, Minggu (7/2/2021).

Dalam pengumuman Kamis (4/2), pemerintah menyebut telah berkonsultasi dengan industri perjalanan dan hotel. Selanjutnya akan diselesaikan persiapan lainnya seperti mengontrak hotel di dekat pelabuhan dan bandara.

Juru Bicara Departemen Kesehatan mengatakan Inggris sebagai salah satu negara yang memiliki pembatasan terberat di dunia untuk para wisatawan, seperti membutuhkan bukti tes COVID-19 negatif.

"Kami sekarang bekerja dengan kecepatan tinggi untuk mengamankan fasilitas yang kami butuhkan, untuk menjalankan karantina terkelola bagi warga negara Inggris yang pulang dari negara berisiko paling tinggi," katanya.

Anggota parlemen oposisi mengkritik pemerintahan Boris Johnson karena tidak melaksanakan rencana tersebut lebih cepat.

"Kami berpacu dengan waktu untuk melindungi pembatasan kami dari varian COVID baru. Namun karantina hotel akan diberlakukan lebih dari 50 hari setelah strain Afrika Selatan ditemukan," kata Juru Bicara urusan dalam negeri Partai Buruh Nick Thomas-Symonds.



Simak Video "Militan Serang Hotel di Somalia, 9 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/dna)