Harganya Jatuh, Hotel Diburu Pengembang buat Jadi Apartemen Murah

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 20:24 WIB
Hotel Dijual Online
Foto: Hotel Dijual Online (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Masyarakat butuh perumahan yang terjangkau, tetapi biaya untuk pengembang terlalu tinggi. Tanah, tenaga kerja, dan material memiliki harga yang mahal baik sebelum maupun saat pandemi virus Corona (COVID-19).

Di saat bersamaan, budaya tinggal di rumah akibat pandemi telah menghantam sektor hotel dengan keras, bahkan lebih dari sekadar real estat ritel.

Hal itu membuat harga hotel menjadi anjlok dan menciptakan peluang tersendiri bagi investor, seperti yang dirasakan David Peters di Minneapolis. Dia membeli hotel dengan harga murah dan mengubahnya menjadi apartemen yang terjangkau.

"Apartemen di sekitar sini US$ 120.000 per pintu dan kami dapat membeli hotel US$ 30.000 hingga US$ 40.000 per pintu, mungkin US$ 10.000 per pintu untuk renovasi," kata Peters dikutip dari CNBC, Minggu (7/2/2021).

Peters membeli sebuah hotel di pinggiran Minneapolis tepat sebelum pandemi melanda dan diubah menjadi unit apartemen kecil.

"Ketika kami membeli hotel ini, tingkat hunian sangat rendah. Dalam beberapa bulan saat kami merenovasi unit, kami dapat memasukkan orang ke dalamnya," kata Peters.

Pandemi membuat harga perumahan yang terjangkau menjadi sulit dicari. Saham perumahan Kelas C sekarang 96% ditempati secara nasional dan 99% ditempati di Midwest.

"Biaya tanah dan konstruksi menghalangi hampir semua konstruksi produk baru dengan harga pasar pada titik harga Kelas C. Perkembangan baru tidak memungkinkan secara finansial," kata Kepala Ekonom di RealPage, Greg Willett.

Saham perumahan Kelas C semakin menurun karena investor membeli bangunan tua dan meningkatkannya untuk mencapai harga sewa yang lebih tinggi. Perbedaan sewa bulanan antara properti Kelas A dan Kelas C rata-rata sekitar US$ 600.

Perbedaan harga tersebut sangat penting bagi penyewa seperti Michelle Wickstrom, yang baru-baru ini pindah ke properti apartemen Peters di Minneapolis. Wickstrom berkata dia lega menemukannya.

Tidak sulit untuk mendapatkan modal untuk proyek-proyek tersebut karena investor di lingkungan dengan tingkat suku bunga rendah saat ini mencari real estate untuk keuntungan yang lebih tinggi.

"Kami dapat menawarkan nilai yang lebih baik kepada calon penduduk, dan kami dapat menawarkan investor pengembalian yang bagus, jadi saya sebenarnya telah melihat minat yang cukup tinggi di sana," kata Peters.

(aid/dna)