Kepala Bappenas Singgung Pindah Ibu Kota, Jadi Kapan?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2021 07:00 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa/Foto: Grandyos Zafna

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pindahnya ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur untuk menggeser pertumbuhan ekonomi ke luar pulau Jawa, yang saat ini didominasi pulau Jawa.

"Memang betul di 2020 share atau kontribusi dari pulau Jawa terhadap total perekonomian kita 58,74%. Memang perlu ada upaya khusus untuk kita bisa menggeser struktur perekonomian lebih ke pada Indonesia bagian timur," ucapnya.

Amalia menjelaskan pembangunan ibu kota baru di sektor perumahan dan perkantoran saja bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 2,1%. Selain itu juga dapat menyerap antara 1,2 sampai 1,3 juta tenaga kerja baru.

"Dari hasil simulasi Bappenas kalau hanya dengan membangun perumahan dan kantor saja itu ternyata bisa memberikan tambahan ekonomi sebesar 2,1% basis poin. Jadi misalnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur 4%, dengan ada pembangunan perumahan dan kantor saja itu bisa 6,1%," imbuhnya.

"Selain itu juga bisa menciptakan sumber ekonomi baru. Dengan begitu tidak hanya Kalimantan Timur yang merasakan efeknya, tapi provinsi-provinsi lain di pulau Kalimantan itu akan merasakan dampaknya," tambahnya.

Halaman

(aid/ara)