Tips Agar Tak Jadi Korban Mafia Tanah Seperti Ibu Dino Patti Djalal

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 19:15 WIB
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan sertifikat tanah untuk 7.000 masyarakat Kabupaten/Kota Bogor. Sertifikat tanah diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke 12 perwakilan warga.
Foto: dok. Kementerian ATR/BPN
Jakarta -

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil memberikan tips agar terhindar dari komplotan mafia tanah. Tips ini perlu dilakukan agar tidak seperti yang dialami ibunda eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Pertama, masyarakat dilarang keras memberikan sertifikat tanah kepada siapa pun. Sebab, hal itu dapat membuka potensi tindak penipuan oleh mafia tanah.

"Jangan pernah kasih sertifikat ke orang deh. Jangan pernah kasih sertifikat, kalau misalnya Anda tidak yakin dengan siapa berhubungan," kata Sofyan dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/2/2021).

Kedua, agar kejadian seperti ibunda Dino Patti Djalal tidak terulang, masyarakat diminta lebih selektif dalam menggunakan jasa notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Antara lain dengan mempertimbangkan reputasi notaris tersebut.

"Kalau kau jual (tanah) pastikan dulu bahwa notaris itu dikenal. Dikenal reputasinya gitu," sebutnya.

Tips terakhir, masyarakat diminta aktif untuk mendampingi notaris yang telah ditunjuk. Termasuk melakukan pengecekan bersama hingga ke kantor BPN. "Kalau tidak kenal reputasinya tolong di dampingi. Kemudian, pengecekan ke BPN bisa bersama gitu," ungkapnya.

Ketiga cara tersebut memang dinilai cukup merepotkan untuk dilakukan. Namun, langkah itu dinilai efektif untuk terhindar dari jerat penipuan mafia tanah agar tidak seperti yang dialami ibunda Dino Patti Djalal.

"Memang agak merepotkan, tapi jauh lebih aman. Ini kenapa sertifikat elektronik kita mau coba? Supaya jauh lebih mudah, jauh lebih aman," tandasnya.

Hadirnya sertifikat elektronik bisa mencegah kasus ibunda Dino Patti Djalal terulang? klik halaman berikutnya.