Yang Lain Turun, Harga Rumah di 3 Provinsi Ini Masih Nanjak Lho!

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 15:21 WIB
Beli rumah pakai FLPP
Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Jakarta -

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Q1 2021 menunjukkan adanya anomali di sektor properti. Harga properti atau harga rumah mengalami penurunan di kuartal IV-2020 meskipun masih ada di beberapa daerah yang mengalami kenaikan.

Rumah.com Indonesia Property Market Index - Harga (RIPMI-H) pada kuartal IV-2020 berada pada angka 110,7, turun 0,5% dibanding kuartal III-2020. Menurut Marine biasanya di kuartal IV setiap tahunnya memang harga properti tidak meningkat, namun baru kali ini terjadi penurunan harga.

"Kuartal genap, khususnya Q4 dari tahun ke tahun memang selalu menunjukkan perlambatan kenaikan harga dan pencarian, namun baru kali ini terjadi penurunan harga baik secara kuartal dan tahunan sehingga low season ini lebih terasa di tengah pandemi yang masih berlangsung. Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan yang lebih besar jika dibandingkan indeks pada Q4 2019 (year-on-year), yakni sebesar 1,3%," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan tertulis, Selasa (16/2/2021).

Penurunan indeks harga properti lebih terlihat di sektor apartemen. RIPMI-H untuk apartemen berada pada angka 112,5 pada kuartal IV-2020, turun 0,3% dibandingkan kuartal III-2020 dan 2,5% dibandingkan kuartal IV-2019. Sementara itu, RIPMI-H untuk rumah tapak berada pada angka 115,6 pada kuartal IV-2020, turun sebesar 0,4% dibanding kuartal sebelumnya namun secara tahunan masih tercatat naik sebesar 0,3%.

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index, turunnya indeks harga pada kuartal IV-2020 disebabkan oleh penurunan di sejumlah wilayah. Pada kuartal IV-2020, RIPMI-H untuk wilayah DKI Jakarta turun sebesar 1,19% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di Yogyakarta juga mengalami penurunan terbesar yakni sebesar 1,96% (quarter-on-quarter). Jawa Timur juga mengalami koreksi negatif sebesar 1,47% (quarter-on-quarter).

DKI Jakarta mengalami penurunan secara merata di kisaran 1,2% per kuartal. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun sebesar 2,2% (quarter-on-quarter). Sementara itu, Jakarta Utara turun sebesar 1,6% (quarter-on-quarter). Turunnya harga di kedua wilayah Jakarta ini terjadi baik di segmen rumah tapak maupun apartemen.

Jakarta Pusat dan Jakarta Utara merupakan kawasan properti kelas atas, dengan harga hunian rata-rata di atas Rp 4 miliar. Penurunan harga di kedua wilayah ini masih terbilang wajar karena permintaan untuk harga di kisaran ini memang sedang rendah.

"Turunnya harga properti di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat disebabkan harga properti yang sudah tinggi. Sementara konsumen properti yang sedang aktif saat ini adalah konsumen untuk kisaran harga menengah dan menengah atas. Berdasarkan data Rumah.com, permintaan properti untuk hunian saat ini ada di kisaran harga Rp 300 juta hingga Rp 1,5 miliar," jelas Marine.

Sementara itu sejumlah wilayah justru mengalami tren positif yaitu Banten, Jawa Barat, dan Bali. RIPMI-H Q4 untuk Banten naik sebesar 1,1% dibandingkan kuartal sebelumnya. Jawa Barat mengalami kenaikan terbesar yakni 1,8% (quarter-on-quarter). Bali juga naik sebesar 1,6% secara kuartalan.

Jawa Barat dan Banten masih mampu menjaga kenaikan harga rumah karena ditopang Kota Depok yang mengalami kenaikan sebesar 7,5% (quarter-on-quarter). Kenaikan terjadi baik di segmen apartemen maupun rumah tapak. Kenaikan indeks harga yang cukup tinggi juga terjadi di Kabupaten Bekasi, yakni sebesar 6,5% (quarter-on-quarter). Sedangkan Kota Tangerang mengalami kenaikan sebesar 2,3% pada Q4 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.



Simak Video "Rumah Sakit Apung dr Lie Tenggelam di NTB"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)

Tag Terpopuler