3 Fakta Ibu Kota Baru yang Bisa Dipakai Jokowi 17 Agustusan 2024

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 18 Mar 2021 06:05 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hari ini menyaksikan pengumuman pemenang desain ibu kota negara baru dalam sayembara. Yuk, lihat desain pemenang sayembara itu.
Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Setelah meredup selama pandemi virus Corona (COVID-19), rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya kembali terdengar.

Ada sejumlah target mengenai mega proyek tersebut yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, kemarin Rabu (17/3/2021). Apa saja kabar terbaru mengenai pemindahan ibu kota negara?

1. Istana Presiden Dibangun Tahun Ini

Istana Presiden di ibu kota baru akan mulai dibangun pada tahun ini. Rencana itu diungkapkan oleh uharso Monoarfa. Hal itu dapat terlaksana jika rancangan masterplan dan detail plan yang sudah disiapkan saat ini berjalan sesuai yang direncanakan.

"Kita optimis mudah-mudahan Istana Presiden bisa di-groundbreaking pada tahun ini," kata dia.

2. Jokowi Agustusan di IKN 2024

Suharso Monoarfa mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa melaksanakan peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2024 di ibu kota negara baru, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Tanggal 17 Agustus 2024 itu Presiden bisa melaksanakan, kita melaksanakan peringatan 17 Agustus di ibu kota negara yang baru," kata dia.

Hal itu akan terlaksana jika semuanya berjalan sesuai rencana dan vaksinasi virus Corona (COVID-19) dapat mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Proses vaksinasi saat ini sedang berlangsung.

3. Proyek IKN Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Jika itu bisa dilakukan maka megaproyek ibu kota baru dapat menjadi faktor pendorong bagi ekonomi Indonesia. Dengan demikian, dia meyakini sektor-sektor lain akan ikut terdampak dengan sendirinya.

"Ibu kota negara dalam pandangan kami kalau itu memang bisa dilakukan itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia, dan nasional secara umum, utamanya di sektor sektor konstruksi, sektor real estat, dan kemudian sektor consumption," sebutnya.

"Jadi memang diperlukan sebuah proyek besar untuk menarik, mendorong dan menarik agar tingkat pertumbuhan kita bisa lebih tinggi sampai dengan rata-rata pada tahun 2045," tambah Suharso.

Simak juga 'Sri Mulyani Sebut Anggaran Pendidikan Setara Bangun Ibu Kota Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)