Meski Pandemi, Laba Grup Properti Astra Naik hingga 18% di 2020

Abu Ubaidillah - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 13:25 WIB
Deretan gedung pencakar langit menghiasi wajah Jakarta. Hari ini, salah satu gedung tertinggi diresmikan, yaitu Menara Astra.
Foto: dok. Astra
Jakarta -

Grup Properti PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja positif selama masa pandemi di tahun 2020. Bottom line atau laba grup properti Astra dikatakan naik 15-18% dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan juga terjadi pada triwulan I tahun 2021 meski tak disebutkan angkanya.

Mengutip keterbukaan informasi Astra International, pendapatan bersih dari grup properti mencapai Rp 760 miliar pada tahun 2020, sedangkan di 2019 Rp 320 miliar. Segmen bisnis ini menyumbangkan kurang dari 1% terhadap pendapatan bersih Astra Internasional pada tahun 2020 dan 2019.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan pertumbuhan tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya dengan melakukan konsolidasi terhadap biaya di sektor properti.

"Kedua, fokus kita ada di landed residential, jadi kalau kita bicara high risk, baik residential maupun office space itu memang beberapa tahun yang lalu agak seret, jadi hari ini kita fokus di landed residential," kata Djony dalam press conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021 (RUPST), Kamis (22/4/2021).

Segmen grup properti melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp 83 miliar menjadi Rp 93 miliar karena tingkat hunian yang lebih tinggi di Menara Astra dan pengakuan laba dari proyek pengembangan Asya Residences. Proyek-proyek pengembangan properti yang dimiliki grup properti terdiri dari Arumaya di Jakarta Selatan dan Asya di Jakarta Timur yang merupakan proyek residensial.

Djony menjelaskan pihaknya memiliki satu proyek residential di timur Jakarta seluas 67 hektare serta memiliki sales rate yang cukup baik. Menurutnya dua hal tersebut yang membuat Grup Properti Astra Internasional memiliki capaian positif di masa pandemi.

Selain menjelaskan pertumbuhan di sektor properti, dalam RUPST hari ini Astra International juga menyepakati beberapa hal. Di antaranya adalah membagikan dividen sebesar Rp 4,615 triliun atau Rp 114/saham dibagikan sebagai dividen tunai usai mencatatkan laba Rp 16,16 triliun pada 31 Desember 2020 atau turun hampir 26%.

Di dalamnya termasuk dividen interim sebesar Rp 26/saham atau seluruhnya berjumlah 1,093 triliun yang telah dibayarkan pada 27 Oktober 2020. Sisanya sebesar Rp 87/saham atau seluruhnya berjumlah 3,522 akan dibayarkan pada 25 Mei 2021 kepada pemegang saham perseroan yang telah tercatat dalam daftar.

Astra Internasional dalam RUPST ini juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, menyetujui dan menerima baik laporan tahunan untuk tahun buku 2020, serta menerima pengunduran diri Komisaris Perseroan, Mark Spencer Greenberg.

(prf/ara)