Rumah kalau Nggak Ditempati Bisa Rusak, Mitos Atau Fakta?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 27 Apr 2021 12:01 WIB
Lokasi rumah kosong di perumahan Citayam (Rizal Bahari-detikcom)
Foto: Lokasi rumah kosong di perumahan Citayam (Rizal Bahari-detikcom)
Jakarta -

Apakah detikers pernah menemui rumah-rumah kosong yang rusak bahkan hancur. Biasanya ini banyak di perumahan karena pemiliknya memilih untuk tidak menempati atau memang hanya sebagai sarana investasi semata.

Tapi sebenarnya rumah yang tidak ditempati itu bisa rusak bahkan hancur karena tidak ada penghuninya itu mitos atau fakta ya?

Salah satu staf pemasaran perumahan Mampang Hills, Recka Ramadani menjelaskan untuk rumah yang tidak ditempati memang berisiko rusak lebih cepat. Hal ini karena tak ada sirkulasi udara yang baik yang masuk ke dalam rumah.

"Kalau rumah tidak ditempati itu kan nggak ada udara masuk, kalau siang akan terasa panas di dalam, lalu kalau hujan bisa jadi lembab. Ini yang membuat sirkulasinya nggak baik," kata dia kepada detikcom, Selasa (27/4/2021).

Kemudian rumah yang kosong atau tidak ditempati, pasti tidak pernah dibersihkan. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

Direktur Pemasaran Daun Karya Marsudi mengungkapkan memang untuk rumah yang tidak ditempati itu cenderung lembab dan lebih mudah merusak dinding. "Ini mempercepat dinding rusak, beda kalau ada orang yang menempati karena akan dirawat, sirkulasi udaranya bagus," ujar dia.

Dia menyebutkan jika memiliki rumah dan belum ditempati ada baiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Misalnya disapu atau dipel sampai mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

Simak juga 'Menelusuri Mitos dan Legenda di Situ Wangi Ciamis':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)