Mau Beli Rumah di Selatan Jakarta? Intip Dulu Infrastrukturnya

- detikFinance
Minggu, 30 Mei 2021 13:53 WIB
Bank Tabungan Negara (BTN) kembali dipercaya untuk menjadi pemimpin penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2020.
Ilustrasi Perumahan
Jakarta -

Menyaingi masifnya pembangunan infrastruktur di koridor Timur, membuat koridor Selatan Jakarta kini patut diperhitungkan. Rencana proyek yang digadang pemerintah setempat menjanjikan keuntungan masa depan terutama bagi sektor properti di segmen residensial.

Sebut saja salah satunya Tol Depok-Antasari (Desari) yang tahun depan akan mencapai rute Bojonggede. Saat ini jalur bebas hambatan tersebut sudah beroperasi dari Antasari-Brigif (seksi I) dan Brigif-Sawangan (Seksi II).

Rencananya tol akan dilanjutkan dari Sawangan ke Bojonggede (Seksi III), sehingga total keseluruhan panjang tol dari ketiga seksi adakah 21,60 kilometer. Bahkan menurut rencana, jika seksi III sudah rampung, maka pembangunan akan dilanjutkan sampai Salabenda dan tersambung ke Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).

Tol Desari nantinya juga akan terkoneksi dengan akses jalan baru Bojonggede-Kemang atau disingkat Bomang. Kehadiran akses tersebut membuka peluang besar bagi developer yang mengembangkan proyeknya di sisi Selatan Jakarta, di antaranya PT Kuripan Raya dengan proyek Telaga Kahuripan dan PT Duta Putra Land dengan proyek Grand Duta City.

"Akses Bomang sendiri sebagian ruas sudah beroperasi optimal, dan diperkirakan tersambung dengan Tol Desari pada 2022. Jika ini terlaksana, maka tentunya waktu tempuh antara Bogor dan Jakarta menjadi sangat singkat. Hal ini sudah pasti menguntungkan penghuni yang tinggal dalam radius sangat dekat seperti di Telaga Kahuripan. Oleh karenanya, kami mendorong pemerintah setempat bisa segera merealisasikan rencana tersebut," terang Chief Executive Officer PT Kuripan Raya, Yulham Ferdiansyah Roestam.

Senada, Rudy Susmanto selaku Ketua DPRD Kabupaten Bogor juga tengah fokus pada pembangunan jalan Bomang. Apalagi jalan tersebut akan menghubungkan beberapa daerah
di luar Bogor, seperti Tangerang dan DKI Jakarta. Bahkan menurut perencanaan, akses Bomang nantinya juga akan menjadi penyambung jalan antara Tol Serpong-Cinere ke Tol Jagorawi.

Penantian terhadap akses Bomang yang begitu strategis pun turut diutarakan Duta Putra Land. Pihaknya menyebut, pengembangan proyek Grand Duta City justru diinisiasi oleh kehadiran serta rencana infrastruktur wilayah yang prospektif.

Grand Duta City merupakan kawasan perumahan yang mengusung konsep modern dengan harga terjangkau. Saat ini kesiapan terhadap pengembangan proyek tengah dalam proses pematangan infrastruktur, dimana gerbang utama sudah berdiri dan diikuti dengan pembangunan beberapa unit rumah contoh.

Lain halnya, Telaga Kahuripan yang tengah dalam progres revitalisasi kini sudah menyelesaikan wajah barunya dari sisi gerbang utama. Proyek PT Kuripan Raya dengan luasan 750 Ha ini, memulai peremajaan dengan menyangkut semua aspek infrastruktur seperti kualitas jalan kawasan, penerangan, termasuk pematangan lahan untuk cluster baru.

Klaster terbaru Telaga Kahuripan akan mengusung konsep hunian modern yang menargetkan konsumen milenial dan keluarga baru yang perlu ruang untuk tumbuh. Hunian
tersebut nantinya dapat dimiliki dengan mudah melalui aplikasi penjualan secara online.

"Visi kami bukan hanya sekadar membangun, namun lebih dari itu kami juga berkomitmen mengoptimalisasi lahan untuk fungsi aktivitas perkotaan dan hunian serta ruang hijau yang seimbang. Di samping itu, kami juga memastikan terciptanya elemen penggerak ekonomi kawasan dari hadirnya 'The New' Telaga Kahuripan," imbuh Ferdiansyah.

Guna mencapai visi pengembangan tersebut, pengembang melengkapi kebutuhan kawasan dengan pusat kegiatan, ruang usaha dan perdagangan, yang ujungnya akan menciptakan lapangan pekerjaan. Visi pengembangan lainnya adalah menghadirkan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas warga maupun destinasi wisata masyarakat sekitar.

Hal lain yang menarik dari pembenahan yang dilakukan Telaga Kahuripan adalah penertiban pedagang kaki lima yang tersebar di perumahan.

"Kami telah mempersiapkan rancangan Hawker Center, yakni taman jajan dengan konsep modern. Saat ini relokasi sudah dilakukan selagi menyelesaikan pembangunan booth bagi pedagang. Hal ini memperkuat positioning Telaga Kahuripan yang sejak awal memang senantiasa mengembangkan hunian dengan keseimbangan yang kuat terhadap alam dan lingkungan demi kenyamanan warganya," pungkas Ferry Thahir, Chief Marketing Officer Telaga Kahuripan.

Tak cukup sampai di situ, pengembang kini tengah mempersiapkan Semesta Plaza at Telaga Kahuripan. Sebuah kawasan kuliner semi outdoor yang instagramable dan lekat dengan gaya masyarakat masa kini.

(dna/dna)