Sri Mulyani Setuju Ibu Kota Baru, Anggarannya dari Mana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 16:41 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) masuk dalam APBN 2022. Pembangunan tersebut, memiliki nilai penting bagi tanah air di masa depan, salah satunya pemerataan pembangunan.

"Kita masukkan pemindahan ibu kota negara, kebutuhan Indonesia masa depan dengan mobilitas tinggi, demografi berubah dan kebutuhan lingkungan sustainable," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Banggar DPR RI dan BI, Senin (31/5/2021).

Meski begitu, Sri Mulyani mengungkapkan pembangunan IKN baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bisa dilakukan dengan berbagai skema yang inovatif atau tidak melulu mengandalkan keuangan negara atau APBN

"Kami akan terus jaga dan kawal dalam tingkat rasional dan reasonable jadi kebutuhan jangka menengah dan panjang terhadap kebutuhan pembangunan, pemulihan ekonomi nasional, serta konsolidasi fiskal," ujarnya.

Apalagi, dikatakan Sri Mulyani, saat ini pemerintah tengah fokus terhadap program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari pandemi COVID-19.

"Peningkatan anggaran untuk IKN dilakukan dalam koridor pengelolaan fiskal yang sustainable terkait konsolidasi fiskal 2023," katanya.

Lihat Video: Jokowi Bertemu 7 Asosiasi Profesi Bahas Ibu Kota Baru, Ini Hasilnya

[Gambas:Video 20detik]



(hek/ara)