Mengenal Konsep Hunian Home of Nature Living yang Tren Berkat WFH

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2021 12:00 WIB
TOD nempel Stasiun LRT Jabodebek
Foto: LRT City Sentul (Istimewa)
Jakarta -

Konsep rumah kedua atau second home telah umum diupayakan khususnya oleh keluarga di perkotaan. Second home umumnya mencari lingkungan yang berbeda dengan suasana hunian perkotaan karena itu biasanya secara lokasi berada di pinggiran kota untuk mendapatkan suasana yang lebih tenang maupun vegetasi atau kerindangan yang lebih baik.

Bali misalnya, merupakan salah satu wilayah yang banyak dijadikan second home oleh orang berduit perkotaan. Di sisi lain, second home juga mengalami perkembangan khususnya saat situasi pandemi COVID-19 yang telah kita lalui selama setahun belakangan. Penerapan banyak kenormalan baru (new normal) seperti belajar, bekerja, maupun belanja dari rumah telah membuat beberapa pergeseran terkait konsep hunian.

Tuntutan work from home (WFH) misalnya, telah membuat hunian bukan lagi sekadar tempat beristirahat tapi juga harus memiliki fungsi lebih untuk melancarkan aneka kegiatan yang harus dilakukan dari rumah itu. Alih-alih harus jauh ke Pulau Bali dengan harga produk properti yang sangat mahal, ada pilihan relatif dekat dan menawarkan berbagai kelebihan untuk second home maupun hunian utama dengan fungsi lebih penerapan new normal tadi.

LRT City Sentul-Royal Sentul Park (RSP) misalnya, terus menguatkan konsepnya sebagai home of nature living untuk menyesuaikan lingkungannya yang memang berada di kawasan yang masih hijau. Hal lainnya yang menarik, proyek yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti (ADCP) yang merupakan anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini merupakan superblok pertama yang dibangun dengan konsep resort serta pengembangan yang mengadopsi transit oriented development (TOD).

Menurut Annisa Rizky Fadillah, Project Marketing Manager LRT City Sentul-RSP, beberapa kelebihan untuk menjadikan LRT City Sentul-RSP sebagai home of nature living antara lain fasilitas greenery sehingga kawasannya sangat ideal untuk relaksasi maupun rekreasi dengan di kawasan dataran tinggi Sentul, Bogor Selatan.

"Seluruh konsep hunian yang dihadirkan memang untuk mewujudkan connecting life with nature namun tetap menawarkan berbagai sarana maupun fasilitas yang cocok untuk masyarakat urban. Misalnya, kedekatan akses dengan exit tol Sentul Sirkuit (tol Jagorawi) maupun 0 km dengan fasilitas LRT yang akan memudahkan ke manapun ke wilayah Jabodetabek dengan aman, nyaman, cepat, dan murah," ujarnya.

LRT City Sentul-RSP dibangun di atas lahan seluas 14,8 ha yang akan mencakup 10 tower terdiri dari apartemen, Royal Hotel, perkantoran, rumah sakit, kampus, dan sebagainya. Saat ini superblok ini tengah melakukan proses finishing untuk tower apartemen pertamanya (34 lantai/1.626 unit) dan Mal The Boutique Walk (B-Walk) sebagai destinasi lifestyle terbaru di Sentul dengan konsep one stop leisure area.

Di dalam kawasannya juga telah menyediakan fasilitas kuliner Padi Emas dan area wisata Taman Kupu-kupu yang sangat instagramable. Dalam waktu dekat juga akan tersedia fasilitas lapangan dan sekolah sepak bola internasonal ASIOP yang bekerja sama dengan klub sepak bola Spanyol yaitu CD Polilas. Fasilitas ini tengah dipersiapkan untuk di-launching bulan Agustus 2021.

Fasilitas lain lagi yaitu kawasannya dilengkapi dengan akses internet kecepatan tinggi untuk kenyamanan melakukan WFH maupun aktivitas lain dari unit apartemennya. Semuanya bisa dinikmati dengan suasana resort sehingga kegiatan WFH bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan menyehatkan. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai konsep resort-nya bisa melalui www.lrtcitysentul.com.

"Masyarakat bisa mendapatkan banyak kemudahan promo maupun insentif pembebasan PPN dari pemerintah sehingga unit yang dibeli bisa lebih murah namun dengan value yang tetap sama. Untuk informasi lebih jelas bisa diakses di Instagram @lrtcitysentul.id," jelas Annisa.

(dna/dna)