BTN Minta Kuota KPR Subsidi 2021 Ditambah 70 Ribu Unit

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 13:40 WIB
Foto aerial perumahan subsidi di Kelurahan Pesurungan, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai penyalur KPR Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mengalokasikan anggaran untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2020 sebesar Rp11 triliun untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pd.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meminta kuota penyaluran KPR subsidi tahun ini ditambah hingga 70 ribu unit. Sebab perusahaan yakin sampai pertengahan tahun kuota KPR subsidi yang tersedia sudah habis terserap.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan untuk tahun ini kuota KPR subsidi untuk BTN yang terdiri dari SSB dan FLPP mencapai 86 ribu unit. Sampai Mei 2021 sudah terealisasi sebanyak 53 ribu unit atau sekitar 63%.

"Kami proyeksikan bahwa di bulan Juni ini seluruh kuota yang telah diberikan akan terserap seluruhnya," tuturnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (17/6/2021).

Dengan melihat kondisi tersebut, BTN meminta agar kuota penyaluran KPR subsidi untuk tahun ini ditambah. Perusahaan meminta kuota ditambah hingga 70 ribu unit.

"Oleh karena itu kami juga mengusulkan apabila diperkenankan ada tambahan kuota di paruh kedua 2021 kurang lebih 60-70 ribu," tambahnya.

Memang jika dilihat dari tahun lalu, kuota KPR subsidi BTN menurun. Tahun lalu kuotanya sebanyak 177 ribu unit. Namun yang terealisasikan hanya 69% atau sebanyak 122 ribu unit yang disebabkan karena kondisi pandemi COVID-19

"Kapasitas BTN penyaluran KPR 200 ribu unit per tahun namun terjadi penurunan sedikit di 2020 karena pandemi," tuturnya.

(das/ara)