12.000 Rumah Dibangun di Ibu Kota Baru pada 2024

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 15:43 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hari ini menyaksikan pengumuman pemenang desain ibu kota negara baru dalam sayembara. Yuk, lihat desain pemenang sayembara itu.
Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Tahap awal operasional ibu kota baru ditargetkan pada 2024. Pemerintah menargetkan bisa menyediakan 12.000 hunian dengan target total lahan perumahan seluas 101 hektare (Ha).

"Jumlah tower, apartemen atau hunian yang akan dibangun di IKN masih terus diperhitungkan. Kemudian total fasilitas juga menjadi catatan penting kita di IKN ini," tuturnya, Direktur Bina Penataan Bangunan (BPB) Cipta Karya, Boby Ali Azhari, dalam seminar bertajuk 'Kota Baru IKN: Menakar Risiko Pembangunan?' secara virtual, Kamis (17/6/2021).

Jumlah hunian yang akan disediakan ini juga tergantung dengan jumlah populasi. Pemerintah menargetkan ibu kota baru bisa menampung 38.000 populasi di 2024.

"Data ini harus diluruskan, kita masih diperhitungkan berapa kira-kira populasi yang akan dikejar ada di 2024, namun target itu cukup ofensif, walaupun kami masih terus menghitungnya," katanya.

Selain populasi dan hunian, pemerintah juga menargetkan jumlah lahan fasilitas umum dan sosial yang ditargetkan seluas 8 hektar. Lalu ada lahan kebun raya dan Taman Riparian seluas 300 hektare.

Kemudian ada lahan untuk alun-alun, Bukit Bendera dan Sumbu Kebangsaan tahap 1 seluas 26 hektar. Selanjutnya Sumbu Tripraja atau lahan untuk gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif ditargetkan seluas 10 hektar.

Tidak hanya bangunan, pemerintah juga menargetkan pembangunan jalan raya dan koneksi tol. Rencananya Koneksi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 30 km dan jaringan jalan ke kawasan inti pusat pemerintah (KIPP) sepanjang 44 km.

"Untuk koneksi jalan, Kita ketahui dari Balikpapan menuju KIPP ini kan 1,5 jam. Ada harapan dari bapak presiden apakah waktu tempuh itu bisa menjadi 30 menit. Dan ini Bina Marga sedang mencari alternatif jalan untuk mencapai area sana," jelasnya.

Boby mengungkap hingga saat ini anggaran untuk ibu kota baru masih terus digodok oleh Kementerian Keuangan. "Pembiayaan ini, Kementerian keuangan juga terus memperhitungkan berapa potensi dari APBN dan potensi dari swasta," ungkapnya.

Tonton juga Video: Jokowi Bertemu 7 Asosiasi Profesi Bahas Ibu Kota Baru, Ini Hasilnya

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Jokowi Bertemu 7 Asosiasi Profesi Bahas Ibu Kota Baru, Ini Hasilnya"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)