Stok Menipis, Harga Rumah di AS Naik Gila-gilaan

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 09:10 WIB
Harga Rumah di Australia Semakin Turun
Ilustrasi/Foto: ABC Australia
Jakarta -

Harga rumah di Amerika Serikat (AS) terus mengalami kenaikan di bulan Mei, mencetak rekor kenaikan tercepat dan mencapai level tertinggi baru. Namun, harga tinggi dan inventaris rendah yang terus berlanjut membuat calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli.

Menurut laporan dari National Association of Realtors, median harga rumah yang ada di bulan Mei adalah US$ 350.300, naik 24% dari sebelumnya US$ 283.500. Itu adalah harga tertinggi yang pernah tercatat dan menandai 111 bulan berturut-turut kenaikan harga dari tahun ke tahun.

Untuk bulan keempat berturut-turut, penjualan rumah yang ada, meliputi penjualan rumah keluarga tunggal, townhome, kondominium, dan koperasi menurun setiap bulan. Total penjualan rumah yang ada turun 0,9% dari April. Sementara penjualan naik 45% dari Mei lalu meskipun perbandingan itu jomplang karena banyak area ditutup setahun lalu.

"Penjualan rumah turun moderat di bulan Mei dan sekarang mendekati aktivitas pra-pandemi," kata kepala ekonom NAR, Lawrence Yun.

Hanya satu wilayah utama di AS yang mengalami peningkatan penjualan bulanan di bulan Mei, sementara tiga wilayah lainnya mengalami penurunan penjualan.

Midwest, di mana rumah paling terjangkau dan harga lebih moderat mengalami pertumbuhan penjualan 1,6% selama April. Sementara itu, di Barat, di mana rumah menjadi yang termahal dan mengalami peningkatan harga terbesar baru-baru ini. Penjualannya turun 4% di bulan Mei dari bulan sebelumnya.

"Ini bisa menjadi indikasi bahwa keterjangkauan merupakan faktor besar yang mempengaruhi penjualan," kata Yun.

Peningkatan harga rumah masih terus didorong oleh persediaan yang secara historis rendah. Tetapi, lanjut Yun, ada sedikit perbaikan dari sisi pasok yang akan memberi pembeli lebih banyak pilihan dan membantu menekan harga.

"Penjualan rumah yang ada terus terbebani oleh kenaikan harga dan persediaan yang rendah," kata wakil presiden prakiraan ekonomi dan industri dari Asosiasi Bankir Hipotek, Joel Kan.

Ekonom korporat di Navy Federal Credit Union, Robert Frick mengatakan masalah yang terus-menerus terjadi adalah harga rumah.

"Kenaikan harga itu seharusnya melambat, tetapi tidak mungkin berbalik, dan sayangnya, kenaikan tambahan sekitar US$ 70.000 pada harga rata-rata telah menutup jutaan orang Amerika keluar dari pasar," tambahnya.

Lihat juga video 'Bertemu Selama 4 Jam, Biden-Putin Bahas Apa?':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)