WFH Jadi Tren Bikin Banyak Orang Berburu Rumah Nuansa Liburan, Memang Ada?

ADVERTISEMENT

WFH Jadi Tren Bikin Banyak Orang Berburu Rumah Nuansa Liburan, Memang Ada?

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 14:55 WIB
Woman sitting on sofa using laptop in her cozy loft apartment
Foto: Royal Sentul (Istimewa)
Jakarta -

Tren bekerja dari rumah alias work from home (WFH) kian meningkat. Apa lagi pemerintah kembali berencana menarik rem PPKM Mikro Darurat yang salah satu isinya adalah membatasi kapasitas kantor 25% dan sisanya sebanyak 75% WFH.

Tren ini membuat masyarakat semakin peduli dengan kualitas hunian yang mereka tempati. Utamanya adalah meningkatnya kebutuhan hunian yang bukan hanya cocok untuk tempat tinggal, tapi juga bisa mendukung kegiatan WFH.

Mengingat ada larangan mobilisasi antardaerah saat WFH selama pemberlakuan PPKM Darurat, salah satu tuntutan masyarakat adalah hunian dengan lingkungan asri yang tidak membosankan agar kegiatan WFH bisa berasa liburan. Memang ada?

Salah satu kawasan yang dilirik masyarakat adalah kawasan Sentul. Sentul merupakan kawasan dataran tinggi dengan view langsung ke Gunung Salak, Gunung Pancar, dan Gunung Gede Pangrango. Hal ini membuat Sentul menjadi sebuah kawasan yang lebih sejuk dibandingkan wilayah Jabodetabek lain dan karena itu kerap dijadikan destinasi wisata.

Hampir setiap pengembang yang membangun proyeknya di kawasan Sentul akan menonjolkan kelebihan dari sisi greenery maupun kawasannya yang masih sejuk itu. Karena itu proyek LRT City Sentul-Royal Sentul Park (RSP) memperkuat dan menghadirkan konsep green yang saat ini sudah mulai bisa dinikmati di kawasannya.

LRT City Sentul-RSP merupakan proyek mixed use dengan konsep transit oriented development (TOD) hasil pengembangan PT Adhi Commuter Properti (ADCP), anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun proyek transportasi masal kereta ringan modern LRT Jabotabek. Hingga saat ini ACDP tengah mengembangkan belasan proyek LRT City yang semuanya berkonsep TOD.

LRT City Sentul berlokasi di Jalan Raya Babakan Madang, Kadumangu, Sentul, Bogor, di jalur jalan tol Jagorawi dekat exit Sirkuit Sentul yang juga akan menjadi stasiun LRT Cibubur-Bogor. Saat ini ada beberapa fasilitas kuliner, wisata, hingga hangout yang bisa dinikmati di proyek seluas 14,8 ha ini.

Tahap pertama pengembangan proyek ini dilakukan untuk 2,6 ha yang dimulai satu tower apartemen yang akan diserahterimakan pada tahun ini, The Boutique Walk Shopping Arcade, destinasi kuliner, wisata Padi Emas, Taman Kupu-kupu (Butterfly Garden), plus properti komersial berupa ruko tiga lantai yang menjadi bagian dari Padi Emas. Lebih jelasnya bisa dilihat di www.royalsentulpark.com.

"Pengembangan proyek mixed use seluas ini tentunya membutuhkan sesuatu untuk memancing dan menciptakan keramaian sehingga kawasannya lebih hidup dan menjadi daya tarik minimal untuk masyarakat sekitar. Kami memanfaatkaan kawasan yang sejuk untuk menjadi destinasi wisata, kuliner, hangout, hingga olahraga di tempat ini," ujar Annisa Rizky Fadlilah, Project Marketing Manager LRT City Sentul-RSP.

Kawasan dengan konsep nature and leisure memang sangat cocok diterapkan di kawasan Sentul seperti juga Bandung yang menjadi kawasan favorit wisata masyarakat perkotaan karena areanya yang tinggi sehingga lebih sejuk.

LRT City Sentul, melengkapi kawasannya dengan area kuliner Padi Emas seluas 2.700 m2 yang berisi kios-kios makanan khas berbagai daerah dari UMKM di sekitar lokasi proyek. Beberepa pilihan kuliner seperti sate domba, iga bakar, pecel, hingga menu makanan tradisional maupun yang kekinian bisa dipilih.

Ada juga green connectivity bridge yang membelah kios-kios tapi juga sebagai akses ke berbagai kios dengan berbagai fungsi usaha mulai salon, refleksi, hobi, dan sebagainya.

Ruko maupun green connectivity bridge ini dirancang oleh arsitek terkenal Sardjono Sani yang menonjolkan bentuk runcing dan menggunakan banyak material kaca dengan atap bitumen yang memperlihatkan bentuk miring yang ekstrim. Tempat ini juga akhirnya menjadi spot yang digemari karena sangat instagramable.

"Ide awalnya kami ingin menghidupkan kawasan saat progres pembangunan berlangsung dengan memberikan sesuatu yang sederhana tapi berbeda dan belum ada di kawasan ini. Nyatanya konsep ini sangat menarik dan digemari dengan rata-rata seratusan orang yang datang dan bisa berlipat saat akhir pekan. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Instagram @lrtcitysentul.id," imbuh Annisa.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT