Gedung di RSCM Dibedah Jadi RS COVID-19

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 17:38 WIB
SANTO ANDRE, BRAZIL - MARCH 11: Medical staff members transport a patient on a stretcher at the Pedro DellAntonia Sports Complex field hospital as coronavirus cases soar on March 11, 2021 in Santo Andre, Brazil. The state of Sao Paulo has reached over 80% occupancy in intensive care units and has declared a red alert as the spread of COVID-19 has accelerated in Brazil in recent weeks. State Health Minister Jean Gorinchteyn announced that they are already recruiting health professionals for reinforcement and working in 140 extra ICUs to prevent the collapse of the health system. 38 patients with COVID-19 have already died on the waiting list for ICUs beds in the state in the first ten days of March. (Photo by Alexandre Schneider/Getty Images)
Ilustrasi RS Darurat (Foto: Getty Images/Alexandre Schneider)
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan membedah fasilitas di RSCM menjadi rumah sakit (RS) COVID-19. Hal itu berdasarkan permintaan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Kami baru saja diberikan penugasan oleh Bapak Menteri Kesehatan untuk menyiapkan Rumah Sakit Kiara atau Paviliun Kirana, Rumah Sakit RSCM menjadi Rumah Sakit COVID, yaitu di lantai 3, 4, dan 5, serta lantai 8, 9, dan 10," kata dia dalam keterangan pers, Senin (12/7/2021).

Nantinya akan tersedia 390 tempat tidur untuk pasien virus Corona (COVID-19) di sana. Namun, menurut Basuki terdapat tantangan dalam menyulap RS tersebut.

"Ini agak berat karena ini memang rumah sakit yang belum selesai sejak tahun 2011. Kemudian sudah diselesaikan dan masih banyak kekurangan, kita akan selesaikan," jelasnya.

Menurutnya, paling lambat 3 minggu pihaknya dapat menyiapkan Rumah Sakit COVID-19 tersebut. Pihaknya pun sudah bertemu dengan pihak RSCM dan Kementerian Kesehatan untuk menyelesaikan desain RS COVID-19 tersebut yang semula adalah Rumah Sakit Anak.

"Insyaallah nanti malam atau besok pagi sudah mulai bekerja dan paling lambat 3 minggu akan bisa kita manfaatkan atau kita siapkan untuk operasi rumah sakit COVID," tambah Basuki.

(toy/dna)