Kronologi Kisruh Surya Paloh-China Sonangol & Nasib Proyek Gedung 303 Meter

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 11 Agu 2021 09:00 WIB
Pembangunan Gedung Indonesia 1 yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terancam mangkrak akibat adanya kisruh internal.
Foto: Grandyos Zafna: Gedung Indonesia 1 Terancam Mangkrak
Jakarta -

Pada 2015 lalu di Jalan MH Thamrin, Jakarta, dilakukan groundbreaking proyek Gedung Indonesia 1. Proyek itu diresmikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kini, setelah 6 tahun berselang, proyek gedung 303 meter yang diklaim tertinggi di Indonesia itu bukannya selesai malah terancam mangkrak. Pasalnya terjadi kisruh internal di dalam tubuh PT China Sonangol Media Investment (CMSI).

CMSI sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh China Senangol Land dan Media Group milik Surya Paloh.

Menurut keterangan dari pihak Media Group, kisruh tersebut terkait anak perusahaan China Sonangol Group (CS), yakni China Sonangol Real Estate Pte Ltd (CSRE) merupakan investor asing yang menjadi pemegang saham mayoritas.

CSRE diduga mengingkari perjanjian kerjasama dengan investor lokal yakni PT Media Property Indonesia (MPI) yang merupakan anak perusahaan Media Group (MG). Padahal, CSRE sebelumnya sudah sepakat melakukan kerja sama berkesinambungan dengan MPI, hingga melahirkan PT CSMI untuk melaksanakan proyek pembangunan Gedung Indonesia 1.

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menjelaskan dalam komitmen awal MPI memiliki hak 30 persen saham. Sedangkan sisanya milik CSRE. Proyek mesti berjalan, meskipun segala hal terkait administrasi awal dan sebagainya belum dilegalkan. Kemudian muncul kesepakatan akan digelarnya rapat umum pemegang saham (RUPS) berikutnya.

Namun, seiring proses pembangunan berjalan, owner CSMI berubah. Dari sinilah semuanya mulai terkatung-katung. Semangat persahabatan yang dibangun sejak awal sama sekali tak dianggap oleh manajemen baru CSMI.

"Kemudian turunlah komitmen menjadi 10 persen. Kami pun juga masih menunggu, kalau ada perubahan seperti itu kan harus ada RUPS, pemberitahuan kepada kami sebagai pemegang saham," jelas Mirdal dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Dia mengatakan pembangunan Gedung Indonesia 1 seharusnya menjadi proyek monumental penting yang sarat makna. Nama Indonesia 1 dipilih untuk menunjukkan pada dunia, Indonesia adalah satu dalam persatuan setelah sempat ada polarisasi dalam proses politik Pilpres 2014. Indonesia 1 juga menunjukkan semangat tumbuh bersama dan komitmen kemitraan penuh persahabatan terhadap investasi.

Ceritanya masih bersambung. Langsung klik halaman berikutnya.