Surya Paloh-China Sonangol Pecah Kongsi, Proyek Gedung 303 Meter Terancam Mangkrak

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 15:04 WIB
Pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Pasar Rumput terus dilakukan, Selasa (13/3/2018). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2018.
ILustrasi Pembangunan Gedung (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pembangunan Gedung Indonesia 1 yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terancam mangkrak akibat adanya kisruh internal di dalam tubuh PT China Sonangol Media Investment (CMSI). CMSI sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh China Senangol Land dan Media Group milik Surya Paloh.

Menurut keterangan dari pihak Media Group, kisruh tersebut terjadi lantaran anak perusahaan China Sonangol Group (CS), yakni China Sonangol Real Estate Pte Ltd (CSRE) merupakan investor asing yang menjadi pemegang saham mayoritas.

CSRE diduga mengingkari perjanjian kerjasama dengan investor lokal yakni PT Media Property Indonesia (MPI) yang merupakan anak perusahaan Media Group (MG). Padahal, CSRE sebelumnya sudah sepakat melakukan kerjasama berkesinambungan dengan MPI, hingga melahirkan PT CSMI untuk melaksanakan proyek pembangunan Gedung Indonesia 1.

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menjelaskan dalam komitmen awal MPI memiliki hak 30 persen saham. Sedangkan sisanya milik CSRE. Proyek mesti berjalan, meskipun segala hal terkait administrasi awal dan sebagainya belum dilegalkan. Kemudian muncul kesepakatan akan digelarnya rapat umum pemegang saham (RUPS) berikutnya.

Namun, seiring proses pembangunan berjalan, owner CSMI berubah. Dari sinilah semuanya mulai terkatung-katung. Semangat persahabatan yang dibangun sejak awal sama sekali tak dianggap oleh manajemen baru CSMI.

"Kemudian turunlah komitmen menjadi 10 persen. Kami pun juga masih menunggu, kalau ada perubahaan seperti itu kan harus ada RUPS, pemberitahuan kepada kami sebagai pemegang saham," jelas Mirdal dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Dia mengatakan pembangunan Gedung Indonesia 1 seharusnya menjadi proyek monumental penting yang sarat makna. Nama Indonesia 1 dipilih untuk menunjukkan pada dunia, Indonesia adalah satu dalam persatuan setelah sempat ada polarisasi dalam proses politik Pilpres 2014. Indonesia 1 juga menunjukkan semangat tumbuh bersama dan komitmen kemitraan penuh persahabatan terhadap investasi.

Proyek ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan peletakan batu pertama pada Januari 2015.

Mirdal menambahkan, akibat kisruh yang dialami CSMI, kepemilikan saham MPI pun menjadi tidak jelas. Karenanya, kepentingan MPI untuk bisa segera menuntaskan proyek pembangunan Gedung Indonesia 1 menjadi terhambat.

Dia juga menambahkan pimpinan baru CSMI ternyata hanya mengakui kepemilikan saham MPI di CSMI sebesar 1%. Padahal pihaknya merasa sejak awal perencanaan hingga proses pembangunan, peran MPI selaku investor lokal selalu berada di garis terdepan.

Dia menduga CSRE diduga melakukan pengalihan saham CSMI kepada pihak lain yang dilakukan secara sepihak. Menurutnya etika bisnis CSRE yang berbisnis di Indonesia sangat berbahaya sehingga bisa saja mengancam keberlangsungan bisnis para investor lokal.

Atas dasar itu MPI pun berupaya mencari keadilan melalui jalur hukum dengan mengadukan PT CSMI ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan investasi.

Lihat juga video 'Rekaman Pencurian Besi Tiang Monorel yang Bikin PT Adhi Karya Bereaksi':

[Gambas:Video 20detik]



(das/dna)