Masalah Klasik Perumahan Sejak Zaman Bung Hatta: Mahal!

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 10:01 WIB
PNS kini bisa mengajukan rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dikelola oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Ilustrasi/Foto: Dok. BP Tapera
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkap bahwa masalah pada pemenuhan rumah di Indonesia masih sama dari tahun ke tahun. Bahkan sejak era Bapak Perumahan Mohammad Hatta hingga sekarang masalahnya sama, yakni mahalnya harga rumah.

"Saya coba menyuplik apa yang disampaikan Bapak Perumahan kita Mohammad Hatta pada kongres perumahan kedua 'kebutuhan dasar manusia itu adalah rumah murah dan sehat'. Jadi kalau bahasa kita sekarang adalah rumah yang terjangkau," kata Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR K.M. Arsyad dalam webinar, Jumat (20/8/2021).

Dia kembali mengutip pernyataan Bung Hatta, yakni membangun rumah rakyat yang menjamin kesehatan dan kesenangan diam di dalamnya dan harus murah harganya.

"Itulah masalah yang saya pikir dari sejak 1952 sampai sekarang kita masih berhadapan dengan masalah ini," sebutnya.

Bahkan, dari data Susenas BPS Maret 2020, rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap hunian layak mencapai 59,54%. Masalah lainnya adalah terbatasnya kemampuan masyarakat. Jadi masyarakat sebenarnya ingin memiliki hunian layak tapi kemampuan terbatas.

"Ini dibuktikan misalnya dengan indeks kedalaman kemiskinan rata-rata kita 1,71%, persentase penduduk miskin masih 10,14%. Ini menjadi salah satu isu yang tentu mempengaruhi bagaimana kemampuan masyarakat menyiapkan rumah yang layak huni," tambah Arsyad.

(toy/eds)