Lengkap! Sentul City Buka-bukaan soal Polemik Lahan dengan Rocky Gerung

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 11 Sep 2021 11:20 WIB
Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City).
Lengkap! Sentul City Buka-bukaan soal Polemik Lahan dengan Rocky Gerung
Jakarta -

Manajemen PT Sentul City (SC) memberikan penjelasan lengkap soal polemik dengan Rocky Gerung, termasuk pernyataan soal spekulan berdasi di lahan Bojong Koneng.

"Bahwa benar, terdapat berita dengan judul Sentul City Singgung Spekulan Berdasi di Lahan yang Ditempati Rocky Gerung dkk, di salah satu media massa online," demikian keterangan Sentul City melalui keterbukaan informasi dikutip Sabtu (11/9/2021).

Sentul City memberikan penjelasan dalam rangka menanggapi surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-06535/BEI.PP1/09-2021, perihal Permintaan Penjelasan Atas Pemberitaan di Media Massa.

"Terkait dengan perkembangan permasalahan tersebut dapat kami sampaikan bahwa Perseroan/SC tengah membahas tindaklanjut atas somasi yang telah diterima pihak terkait. Selanjutnya kami sampaikan bahwa Lokasi klaim Villa dengan bangunan permanen yaitu di daerah Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, kurang lebih seluas 800 m2 yang berdiri di atas SHGB milik PT.SC," jelas manajemen lebih lanjut.

Sentul City mengaku mendapatkan tanah tersebut sejak tahun 1990-an dengan cara menerima pelepasan dari tanah HGU PTPN 11 Pasir Maung seluas 1100 Ha yang berlokasi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.

Kemudian pada tahun 1994, HGU tersebut beralih menjadi HGB No.2 Bojongkoneng yang berlaku hingga 2013, dan pada 2012 dilakukan pemecahan dan perpanjangan HGB yang salah satu pecahannya adalah HGB No.2411 yang diklaim di dalamnya oleh Rocky Gerung.

"Bahwa RG (Rocky Gerung) mendapatkan tanah tersebut dengan cara oper alih garapan dari H.Andi Junaedi (Narapidana kasus jual beli tanah Sentul City dan pemalsuan surat), dan surat oper alih garapan RG ditandatangani oleh Acep Supriatna Kepala Desa yang menjabat (cukup banyak kasus juga yang dilakukan oleh Acep Supriatna alias Ucok)," terang Sentul City.

Saat ini pihak Sentul City sedang melakukan pemanfaatan, penataan, dan penguasaan terhadap aset-aset perusahaan dengan cara pemagaran, dan land clearing. Sementara itu, dampak material atas permasalahan tersebut terhadap operasional dan kinerja Sentul City belum dapat dihitung.

"Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan, sampai dengan saat ini kami berpendapat belum ada," tambah Sentul City.

(toy/fdl)