d'House Hunter

Parung Panjang 'Dikeroyok' Pengembang, Bisa Jadi Pilihan Cari Rumah Nih

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 19 Sep 2021 09:06 WIB
dHouse Hunter Parung, Bogor
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom
Jakarta -

Kebutuhan hunian tinggi di Jakarta membuat daerah-daerah di wilayah penyangganya turut berkembang. Bagaimana tidak, harga rumah di Jakarta yang sudah tinggi sulit dicapai oleh banyak orang. Alhasil, orang-orang pun mencari hunian yang tak jauh dari Jakarta, namun masih masuk dengan dengan kantong mereka.

Salah satu wilayah yang berkembang itu adalah Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Tim d'House Hunter detikcom menelusuri kawasan ini.

Benar saja, perang iklan penjualan rumah terjadi di wilayah ini. Hal ini seolah menggambarkan jika Parung Panjang tengah diserbu para pengembang.

Iklan berupa baliho dan spanduk pun mudah ditemui di sejumlah titik. Bahkan, ada titik di mana rumah yang ditawarkan berasal dari pengembang yang berbeda-beda.

Tawaran yang pengembang berikan melalui iklannya pun beragam. Ada yang menawarkan lokasi yang strategis hingga uang muka (down payment/DP) dan cicilan yang terjangkau.

d'House Hunter Parung, BogorRumah subsidi/d'House Hunter Parung, Bogor Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom

Faktanya, perumahan yang terhitung baru memang menjamur di Parung Panjang. Rumah yang tersedia pun beragam, dari rumah murah subsidi dengan harga di bawah Rp 200 juta, hingga rumah mewah yang harganya di atas Rp 500 juta.

Sebagai sebuah kawasan yang pembangunan huniannya berkembang, Parung Panjang terhubung dengan akses kereta atau KRL. Bagi masyarakat yang bekerja di Jakarta, mereka bisa naik KRL dengan waktu tempuh sekitar 40 menit untuk sampai ke Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, wilayah ini nantinya juga akan terhubung sejalan dengan dibangunnya Tol Serpong-Balaraja. Sehingga, ke depan masyarakat yang ingin berpergian ke ibu kota bisa memanfaatkan jalan bebas hambatan ini.

Parung Panjang juga berdekatan dengan beberapa wilayah lain yang telah berkembang seperti Karawaci dan BSD. Wilayah itu bisa dijangkau sekitar 30 menit dari Parung Panjang dengan kendaraan.

Laksmi, salah satu orang yang kini tinggal di Parung Panjang mengaku, pertimbangannya membeli properti di situ karena perkembangan wilayahnya yang pesat. Ia membeli rumah di Parung Panjang pada 2018 lalu dan menempatinya pada pertengahan 2021 ini.

"Apalagi kalau Parung Panjang kan deket sama BSD dan Karawaci, gue (saya) mikir buat jangka waktu beberapa tahun ke depan bakal ada akses yang ngehubungin BSD sama Karawaci," katanya.

Harga juga menjadi pertimbangan Laksmi saat membeli rumah. Menurutnya, harga rumah di kisaran Rp 300 juta hingga Rp 500 juta terhitung murah jika berdekatan dengan sarana umum seperti KRL.

"Menurut gue masih masuk murah sih, soalnya masih di kisaran Rp 300-500 juta-an ya harganya dengan akses yang deket ke sarana umum kaya KRL gitu," katanya.

d'House Hunter adalah program baru detikcom yang bakal menyajikan informasi lengkap dan mendalam soal potensi industri properti di satu wilayah.

Program ini juga ditujukan untuk membantu para pembaca detikcom yang sedang berburu hunian baik untuk ditinggali maupun untuk investasi. Ulasan mulai dari ada perumahan apa saja di wilayah tersebut, apa saja fasilitas pendukungnya, hingga harga rata-rata tanah/rumah di sana, dan lain-lain.

Selanjutnya, deretan artikel d'House Hunter ini akan terbit secara rutin di akhir pekan. Bagi pembaca yang punya ide atau usulan kawasan yang ingin diulas, bisa kirim email ke redaksi@detikfinance.com dengan subject d'House Hunter. Beri penjelasan kenapa wilayah tersebut layak untuk diulas.

(acd/zlf)