d'House Hunter

Harga Tanah Parung Panjang: Rp 400 Ribu di 2014, Kini Jadi Rp 2 Juta

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 19 Sep 2021 17:56 WIB
Rumah Murah di Parung Panjang
Foto: Rumah Murah di Parung Panjang (Achamd Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta -

Parung Panjang, Kabupaten Bogor tengah jadi incaran para pengembang. Hal itu terlihat dari banyaknya perumahan yang muncul di wilayah tersebut.

Harga rumah di wilayah tersebut turut merangkak naik. Tim d'House Hunter mendapat informasi tersebut dari sejumlah tenaga pemasar perumahan.

Rumah di Puri Harmoni 8 misalnya, pada tahun 2015 lalu dilepas dengan harga sekitar Rp 126 juta. Saat ini, perumahan yang menyediakan hunian subsidi melepas unitnya seharga Rp 168 juta.

Tanah di sekitar perumahan ini pun meningkat harganya. Dari sekitar Rp 400 ribu per m2 di tahun 2014, kini Rp 2 juta per m2. Itu pun belum tentu dilepas.

Begitu juga dengan di kawasan Sentraland. Salah seorang tenaga pemasaran mengatakan, pada tahun 2015 melepas unit dengan harga Rp 188 juta untuk tipe 23/60. Dengan tipe yang sama, rumah di kawasan tersebut kini dilepas di kisaran harga Rp 330 juta.

Terkait hal tersebut, Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan, selama memiliki akses yang bagus, maka hunian tersebut akan diburu orang.

"Selama transportasinya bagus, biasanya sih orang cari transportasi, aksesnya kan. Jadi karena sudah ada jalan tol di sana itu yang membuat dia lumayan," katanya kepada detikcom.

Dia menjelaskan, harga properti biasanya mengalami kenaikan sekitar 10% per tahun. Namun, dia bilang, ada yang menantang di tengah pandemi COVID-19 ini.

Menurutnya, makin banyak pengembang yang masuk kemungkinan harganya agak tertahan. Sebab, pengembang harus menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada.

"Biasanya sih 10% rata-rata. Tapi kan balik lagi karena pengembang begitu banyak yang masuk itu yang membuat harganya itu jadi agak tertahan. Makin banyak pengembang justru kadang-kadang makin berebutan pengembangnya, karena konsumen Indonesia ini kan kena krisis gara-gara COVID ini, besar dampaknya pada daya beli," terangnya.

d'House Hunter adalah program baru detikcom yang bakal menyajikan informasi lengkap dan mendalam soal potensi industri properti di satu wilayah.

Program ini juga ditujukan untuk membantu para pembaca detikcom yang sedang berburu hunian baik untuk ditinggali maupun untuk investasi. Ulasan mulai dari ada perumahan apa saja di wilayah tersebut, apa saja fasilitas pendukungnya, hingga harga rata-rata tanah/rumah di sana, dan lain-lain.

Selanjutnya, deretan artikel d'House Hunter ini akan terbit secara rutin di akhir pekan. Bagi pembaca yang punya ide atau usulan kawasan yang ingin diulas, bisa kirim email ke redaksi@detikfinance.com dengan subject d'House Hunter. Beri penjelasan kenapa wilayah tersebut layak untuk diulas.

(acd/dna)