Apa Kabar Rencana China Bidik Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru RI?

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 14:03 WIB
Desain Istana Presiden di Ibu Kota Baru
Apa Kabar Rencana China Bidik Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru RI?
Jakarta -

China pada 2020 lalu menawarkan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Beijing di tengah pandemi COVID-19. Penawaran itu termasuk untuk ibu kota baru Indonesia.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulisnya yang dirilis 19 Mei 2020, mengatakan pihaknya telah bertemu Wakil Presiden China Gezhouba Group International Engineering Co Ltd, Hu Peng, pada 18 Mei seperti dikutip dari Antara.

BUMN China itu telah mengerjakan 12 proyek pembangunan di Indonesia sejak 2006, termasuk pembangkit listrik di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat.

Dijelaskan Djauhari, Gezhouba berminat untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur, serta kerja sama lain bidang infrastruktur dan energi.

Djauhari sebelumnya telah menerima delegasi Pemerintah Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, yang dipimpin Wakil Wali Kota Niu Qingbao. Pertemuan digelar untuk membahas rencana peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua pihak pasca-COVID-19, salah satunya melalui pembukaan jalur penerbangan langsung antara Indonesia-Chengdu.

"Kami juga menerima proposal kerja sama bidang Intelligent Transportation System untuk pembangunan infrastruktur dan jalan raya di Indonesia serta bidang telekomunikasi dalam bentuk penyimpanan energi baterai," ujar Djauhari.

Namun belum ada kabar lebih lanjut terkait realisasi rencana investasi di proyek IKN. Terbaru, Gezhouba melalui anak perusahaannya China Gezhouba Group Co., Ltd (CGGC) mengajukan kerja sama investasi di pembangkit listrik energi terbarukan, seperti dikutip detikcom dari laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang dipublikasikan 24 Agustus 2021.

Pada 12 Agustus, Dubes Djauhari Oratmangun menerima kunjungan delegasi dari CGGC yang dipimpin oleh Vice President CGGC Chen Xiangdong, perusahaan multinasional China yang bergerak di bidang engineering construction, industrial manufaktur, investasi dan layanan yang komprehensif.

CGGC tertarik untuk mengembangkan kerja sama pembangkit listrik energi terbarukan dengan Indonesia, khususnya tenaga angin. CGGC juga mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan serta proyek penyimpanan yang merupakan elemen penting dalam energi terbarukan.

Djauhari menyambut baik usulan kerja sama CGGC mengingat sektor tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Pemilihan lokasi pilot project di luar Jawa juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan pembangunan di pulau Jawa dan juga untuk lebih mengembangkan Indonesia Timur. Diharapkan proposal investasi CGGC, termasuk untuk ibu kota baru dapat segera direalisasikan.



Simak Video "Kata Tsamara Amany Soal Pemindahan Ibu Kota di Tengah Pandemi "
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)