Orang Kaya BU! Banting Harga Rumah Mewah dari Rp 60 M Jadi Rp 15 M

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 15:39 WIB
Rumah-rumah orang kaya atau tajir di kawasan elit seperti Pondok Indah dan Menteng dijual. Begini penampakan rumahnya.
Foto: Sylke Febrina Laucereno/Detikcom
Jakarta -

Belakangan ini muncul fenomena obral rumah mewah. Fenomena penjualan rumah mewah ini terjadi di kawasan elite seperti Pondok Indah, Menteng, Permata Hijau hingga di daerah selatan Jakarta seperti Andara, Jati Baru, Cinere hingga Depok.

Contohnya, salah satu situs penjualan rumah, sebuah rumah di kawasan Pondok Indah dijual murah. Di dalamnya dijelaskan bahwa rumah ini properti langka karena harganya di bawah Rp 20 miliar di kawasan elite. Harga jual rumah ini tertulis Rp 18 miliar namun ditawarkan turun menjadi Rp 15 miliar, itu pun masih bisa dinego.

"Turun Harga!!! Jual Cepat Smart Home Semi Furnished di kawasan elit Pondok Indah," bunyi judul tawaran rumah yang dilihat di situs Lamudi.

Padahal sebelum pandemi, harga rumah di kawasan elite ini bisa menyentuh Rp 50-60 miliar, kini bisa turun ke Rp 30-40 miliar bahkan lebih rendah lagi.

Head of Residential Services Colliers Indonesia Lenny van Es - Sinaga membenarkan banyak orang yang memiliki properti di kawasan elite menjual huniannya. Dia mengatakan, fenomena tersebut sudah terjadi sejak tahun pertama COVID-19.

"Sebenarnya dari tahun fenomena ini tapi sempat off kemudian belakangan 2-3 bulan on lagi. Dan memang daerah yang kita lihat itu eksklusif (seperti) daerah Pondok Indah, Permata Hijau, memang daerah-daerah yang tanah dan harga jualnya mahal dulu dan itu dropnya kalau kita bisa lihat itu lumayan jauh," kata Lenny dalam media briefing secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Dia mengatakan, soal berapa harga yang ditawarkan memang dikembalikan kepada pemilik rumah. Namun tak jarang, karena keinginan agar rumah terjual cepat harganya pun dibanting habis-habisan.

"Kalau kami melihatnya dari sisi residential dan juga masuk dari agen rekan kami, dan broker, itu tergantung dari pemilik rumah. Seberapa besar mereka membutuhkan propertinya cepat terjual. Kalau mereka menjual drastis 15-20% ya sebagai pemilik rumah itu sah-sah saja," ujarnya.

Dia juga mengakui, banyak di antara pemilik rumah yang menghubungi Colliers Residential untuk menjual propertinya. "Dan itu yang kita lihat memang harga yang mereka tawarkan supaya terjual cepat jadi mereka menurunkan harga sangat drastis," tuturnya.

Akan tetapi, jika fenomena rumah mewah dijual murah ini terus berlangsung, agen properti akan kesulitan untuk mengembalikan harga market seperti semula. Apalagi, kata dia, kondisi ini diprediksi akan terus bertahan dalam 2-3 tahun ke depan.

(zlf/zlf)