Terungkap! Ini Alasan Orang Kaya Banting Harga Jual Rumah Mewah

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 16:37 WIB
Rumah Mewah Dijual di Pondok Indah, Jakarta Selatan
Foto: Sylke Febrina/detikFinance
Jakarta -

Orang-orang kaya kini ramai-ramai menjual rumah mereka. Tak tanggung-tanggung mereka banting harga menjual rumah di tengah pandemi.

Lalu sebenarnya apa alasan rumah mewah dijual murah?

Head of Residential Services Colliers Indonesia Lenny van Es - Sinaga mengungkapkan, alasan pemilik rumah menjual rumah mewah dengan harga murah karena untuk menyelamatkan bisnisnya yang terdampak pandemi COVID-19.

"Kalau saya boleh katakan memang pemilik-pemilik properti itu saya melihatnya karena mereka dengan kondisi pandemi, bisnisnya banyak maksudnya mereka punya bisnis lain yang karena masa pandemi ini membuat kondisi bisnis turun. Dan itu membuat mereka menjual properti mereka," kata Lenny dalam media briefing secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut, dia juga mengatakan, fenomena ini sudah berlangsung sejak tahun pertama pandemi. Akan tetapi sempat berkurang dan belakangan kembali tren lagi rumah mewah yang dijual murah.

"Sebenarnya dari tahun lalu sudah kita lihat fenomena ini tapi sempat off kemudian belakangan 2-3 bulan on lagi dan memang daerah yang banyak kita lihat itu daerah eksklusif seperti Pondok Indah, Permata hijau, memang daerah-daerah yang tanah dan harga jualnya mahal (dulu) dan itu (sekarang) drop nya lumayan jauh," ujarnya.

Beberapa yang disorot memang rumah yang berada di kawasan elite seperti Pondok Indah dan Permata Hijau. Dia menuturkan, banyak pemilik rumah yang menginginkan agar rumahnya dibeli dengan cepat sehingga harga yang ditawarkan pun turun.

"Banyak dari owner-owner mengontak Colliers Residential untuk menjual propertinya dan itu yang kita lihat memang harga yang mereka tawarkan supaya terjual cepat jadi mereka menurunkan harga sangat drastis," tuturnya.

Pihaknya menilai, fenomena penjualan rumah mewah ini diprediksi akan berlanjut 2 sampai 3 tahun ke depan. Prediksi itu pun semakin memperkuat bisnis properti kesulitan untuk memulihkan harga market di daerah elite.

"Jadi ini akan berlangsung (terus menerus) kalau kami melihatnya dari sisi residential dan juga masuk dari agen rekan kami, dan broker, itu tergantung dari pemilik rumah. seberapa besar mereka membutuhkan propertinya cepat terjual. Kalau mereka menjual drastis 15-20% ya sebagai pemilik rumah itu sah-sah saja dan itu memunculkan fenomena belakang ini," pungkasnya.



Simak Video "Banyak Orang Tajir Jual Rumah di Pondok Indah-Menteng"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)