Capaian Sejuta Rumah Makin Kecil, Jelang Akhir Tahun Baru 763 Ribu

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 14 Okt 2021 10:20 WIB
Program Sejuta Rumah
Foto: PUPR
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015 lalu menggelontorkan program Sejuta Rumah demi memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. Program tersebut tepatnya diumumkan pada 29 April 2015 lalu. Lalu bagaimana capaiannya hingga hari ini?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, program Sejuta Rumah dilakukan untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni di Indonesia. Untuk tahun ini saja, per September 2021 realisasi program Sejuta Rumah tercatat sebanyak 763 ribu unit.

"Untuk mempercepat penyediaan rumah di Indonesia, Presiden pada 2015 telah mencanangkan program Sejuta Rumah untuk meningkatkan ekosistem penyediaan perumahan. Hingga September telah tercapai 763 ribu unit rumah," kata Basuki saat membuka acara Indonesia Housing Forum secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Sementara itu, selama periode 2015-2019 pihaknya sudah membangun sebanyak 4,7 juta unit rumah. Pada 2020 lalu, program Sejuta Rumah tidak dapat tercapai sepenuhnya, hanya tercapai 965 ribu unit saja.

Basuki mengakui, masalah rumah tidak layak huni dan backlog perumahan masih terjadi di berbagai lingkup masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah kembali meningkatkan target jumlah rumah tangga yang menghuni rumah layak.

"Dalam rencana pembangunan perumahan nasional 2020-2024 pemerintah telah menargetkan peningkatan rumah tangga yang menempati rumah layak, yang semula 56% jadi 70% atau equivalent dengan 11 juta rumah tangga," katanya.

Selain itu, pihaknya juga tengah berupaya mengatasi masalah kemiskinan dan stunting pada anak. Basuki mengatakan, kedua permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan bantuan sosial saja. Setidaknya ada dua pendekatan yang akan dilakukan yaitu bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

"Upaya pengentasan kemiskinan termasuk untuk penurunan stunting tidak cukup dilakukan dengan bantuan sosial. Ada 2 pendekatan yang dipakai, pertama dengan bansos dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat ini membutuhkan dukungan perumahan, air bersih dan sanitasi," pungkasnya.

(eds/eds)