Stasiun Kereta Cepat Walini Batal Dibangun, Rumah-Tanah yang Dijual Kena Prank

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 19:45 WIB
Kejar target untuk beroperasi di tahun 2022 mendatang, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, terus dikebut pembangunannya. Salah satunya di kawasan Jatibening, Kota Bekasi.
Foto: Rengga Sencaya/detikcom
Jakarta -

Di tengah polemik pendanaan kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan menggunakan APBN, pengembang proyek itupun memutuskan untuk memangkas stasiun yang akan dibangun. Tujuannya agar pembengkakan tidak makin tinggi.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dikabarkan memangkas stasiun dari lima menjadi empat. Stasiun yang batal dibangun stasiun Walini.

Dari penelusuran detikcom, Senin (18/10/2021) di sejumlah website penjualan property, ada jumlah perumahan hingga tanah yang dibangun hingga dijual dengan promosi embel-embel dekat dengan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung Walini.

Misalnya, dari website dotproperty.id, ada perumahan minimalis yang dijual. Harganya mencapai Rp 1,7 miliar. Dalam deskripsi tercatat perumahan itu langsung terakses dengan tol Jakarta-Bandung dan langsung ke Stasiun kereta Cepat Walini.

Untuk spesifikasi bangunan rumah 2021 ini, memiliki luas tanah dari rumah itu sebesar 120 m2, luas bangunan 94 m2, kamar tidur 3, dan kamar mandi 2.

"Pasokan Listrik (watt): 2600watt, sumber air PAM, Carpot 1 mobil, jumlah lantai 2, bebas banjir, akses ke jalan 6 m," lanjut spesifikasi rumah tersebut.

Masih di website yang sama, ditawarkan juga lahan produktif yang disebut-sebut dekat dengan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung, Walini. Tepat lokasinya di Cikalong, Jawa Barat.

Harga untuk lahan itu Rp 2,18 miliar untuk 10.000 m. Lahan itu disebut sudah akan dalam proses pembangunan berbarengan dengan dibangunnya kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Investasi tanah di Jakarta 2 miliar cuma dapat 100 meter, di Kota Baru Walini bisa dapat 10.000meter," tulis admin.

Pihak properti juga memastikan kawasan itu bagus untuk bisnis. Belum lagi admin juga memberikan diskon Corona.

"Diskon Corona super dahsyat harga cuma Rp 218.000/m lokasi di Zona Kuning/Perumahan yang berjarak cuma beberapa menit dari Pusat Kota Walini," lanjut admin.

Selain rumah, ada juga tanah kavling yang dijual. Tanah itu dijual dengan harga Rp 298 juta dengan luas tanah 250 m2 per meter persegi harganya Rp 1,192 juta. Tanah itu dijual di Cipadakati Cikalongwetan, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat

"Kavling Walini Dekat Stasiun Kereta Cepat Bandung Jakarta," tulis judul di website rumah.com.

Dekripsinya, selain dekat dengan kereta cepat ada di dekat kawasan wisata, kavling di tepi Danau lembang Bandung, dekat ke pusat kota Walini hanya 15 menitan, dekat tol Walini, dekat kawasan pendidikan seperti ITB Walini

"Exclusive hanya 3 unit saja, sudah di book 1 unit C. Air terjamin ada terus dengan kualitas alami pegunungan yang segar, udara sangat bersih dan sejuk, view danau dan gunung burangrang, serta taman bunga," tutup deskripsinya.

Karena stasiun kereta cepat Walini batal dibangun, lantas gimana nasib-nasib dari rumah hingga tanah yang dijual itu? Apakah ke depan harganya akan turun?

Meski Stasiun Walini kini akan dibatalkan pembangunannya. Direktur Utama (Dirut) KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkap tidak menutup kemungkinan Stasiun Walini akan dibangun setelah proyek kereta tersebut rampung.

Apalagi, tambah dia, ada beberapa pengembang yang sudah mendekati KCIC untuk bekerja sama di lokasi yang sama.

"Ada beberapa developer (pengembang) yang deketin kita, bahkan ada yang berani buat bayarin pembangunan stasiunnya. Jadi nanti ada kemungkinan bakal bisa dibangun," ujarnya.

Simak Video: Kereta Cepat Dibiayai APBN, Pengamat: Untuk Rakyat Atau Oligarki?

[Gambas:Video 20detik]




(dna/dna)