Stasiun Walini Batal Dibangun, Rencana TOD-Nya Ambyar?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 06:00 WIB
Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sampai saat ini masih terus dilakukan. Pembangunan yang paling terlihat di kawasan Walini, Jawa Barat.

Kawasan Walini akan dibangun hunian dan pusat bisnis yang terintegrasi dengan stasiun mengadopsi konsep Transit Oriented Development (TOD). Hotel hingga pertokoan juga akan dibangun di kawasan ini.
Stasiun Walini Batal Dibangun, Rencana TOD-Nya Ambyar?
Jakarta -

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) batal membangun Stasiun Walini demi menghindari pembengkakan dana proyek. Sehingga total stasiun yang akan dibangun dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi empat, yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Tegalluar.

Hal itu tentu akan berpengaruh kepada properti yang akan dibangun atau akan dijual di daerah sekitar StasiunWalini. Salah satunya proyek Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan kawasan terpadu dekat tempat-tempat pemberhentian, yang bertujuan mendekatkan masyarakat dengan akses transportasi umum.

Dalam catatan detikcom pada 2018 lalu, Badan Geologi tengah melakukan kajian di kawasan Walini, Kabupaten Bandung Barat yang diproyeksikan menjadi TOD Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Kajian itu, dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kerentanan bencana geologis di wilayah tersebut. Karena berdasarkan peta gempa bumi yang dikeluarkan PVMBG dengan skala 1:250.000, kawasan Walini termasuk daerah dengan potensi gempa atau pergerakan tanah cukup tinggi.

"Kondisi dari sisi kebencanaan berdasarkan peta gempa bumi yang dikeluarkan PVMBG dengan skala 1:250.000 pada daerah ini (Walini) termasuk dengan potensi gempa tinggi. Tapi itu bukan detail, maka kita lakukan pendetailan. Karena peta gempa itu gambaran umum saja," kata Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Lingkungan Andiani, di Kantor Badan Geologi, Kota Bandung pada 2018 lalu.

Kala itu, timnya disebut akan mengkaji berbagai hal mengenai kondisi geologi kawasan Walini, mulai dari daya dukung tanah, kemiringan lereng hingga geologi lingkungan.

"Kegiatan Walini ini kegiatan yang terintegrasi dari tiga pusat Badan Geologi. Pusat Survei Geologi, Pusat Vulkanologi dan Pusat Air Tanah dan Geologi Lingkungan. Tiga pusat ini turun langsung, karena data yang dihasilkan harus komprehensif tidak bisa dilihat dari sisi kebencanaan saja," ujarnya.

Melalui kajian yang dilakukan, pihaknya berharap bisa memberi masukan untuk pembangunan salah satu proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Namun, kini Stasiun Walini batal dibangun. Belum diketahui bagaimana nasib dari rencana tersebut. Namun, Direktur Utama (Dirut) KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkap tidak menutup kemungkinan Stasiun Walini akan dibangun setelah proyek kereta tersebut rampung. Apalagi, tambah dia, ada beberapa pengembang yang sudah mendekati KCIC untuk bekerja sama di lokasi yang sama.

"Ada beberapa developer (pengembang) yang deketin kita, bahkan ada yang berani buat bayarin pembangunan stasiunnya. Jadi nanti ada kemungkinan bakal bisa dibangun," ujarnya, Senin (18/10/2021).

Tonton juga Video: Kereta Cepat Dibiayai APBN, Pengamat: Untuk Rakyat Atau Oligarki?

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)