d'House Hunter

Harga Tanah di Cinere-Brigif: 2018 Rp 2 Juta, Kini Rp 10 Juta

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 14 Nov 2021 14:18 WIB
Aulia Damayanti/dHouse Hunter
Foto: Aulia Damayanti/d'House Hunter
Jakarta -

Cinere dan Brigif menjadi kawasan yang cukup berkembang. Kawasan berdekatan itu terkoneksi berbagai akses misalnya jalan tol, KRL, hingga MRT. Dengan perkembangannya itu, harga tanah di dua kawasan itu naik begitu pesat.

"Isu tol di sini (Cinere) itu cukup mengangkat harga tanah. Dulu (2018) itu saya beli harganya Rp 2 jutaan. Sekarang harga dagangnya sudah Rp 6 juta atau di atas itu. Kalau di pinggir-pinggir jalan ya Rp 10 jutaan," kata Direktur sekaligus pengambang perumahan Nuansa Asri, Cinere, Depok, Agus Wijanarko, saat ditemui tim d'house hunter.

Salah satu warga yang sudah 20 tahun tinggal di Cinere mengungkap pada tahun 2000 an harga tanah masih Rp 100 ribu per meter.

"Waktu saya pertama kali beli tanah di Cinere Limo ya, itu tahun 2000an masih Rp 100 ribu per meternya. Kalau sekarang kena Rp 6 juta per meter. Tergantung titik sih ya kalau pinggir jalan jelas bisa lebih dari Rp 10 juta," ungkap Agus.

Katanya, bagaimana tidak tinggi harga tanah di Cinere, saat ini perkembangan Cinere kini makin pesat. Apa lagi sudah dekat tol dan ada sejumlah tol yang akan dibangun, seperti Tol Cinere-Jagorawi akan dibangun. Sedangkan yang sudah beroperasi Tol Depok-Antasari.

Kemudian, harga tanah di kawasan Jagakarsa yang dekat dengan jalan Brigif disebut juga kini makin tinggi. Harganya kini mencapai Rp 10,5 juta.

"NJOP-nya itu Rp 10,5 juta per meternya, 2019 memang waktu itu masih Rp 8,5 juta. Nah Rp 10,5 juta itu ya mulai 2020 sampai saat ini. Jadi kenaikannya Rp 2 jutaan per meter," ujar Marketing Perumahan Amaya Townhouse, Jagakarsa, Sabar Sukamto.

(zlf/zlf)