Jokowi Mau Bagi-bagi Lahan Puluhan Hektare! tapi Ada Syaratnya

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 18:30 WIB
Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat tanah di Istana Negara, Jakarta.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, saat ini tengah melakukan reformasi agraria. Dia mengatakan, pemerintah akan menyisir lahan-lahan konsesi yang diberikan kepada segelintir orang baik dalam bentuk HGU maupun HGB tetapi ditelantarkan.

Targetnya mencapai 12 hektare, sedangkan hingga saat ini sudah mencapai 4,3 juta hektare yang akan dibagikan. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat Islam ke-II.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun menuturkan akan membagikan lahan hingga puluhan hektare. Pemberian lahan juga pernah ia sampaikan saat pertemuan Persis di Bandung lalu.

"Kalau bapak ibu sekalian ada yang memerlukan lahan dengan jumlah yang sangat besar silahkan sampaikan kepada saya, akan saya carikan, akan saya siapkan. Berapa? 10.000 hektar? Bukan meter persegi, hektar. 50.000 hektar?," kata Jokowi, Jumat (10/12/2021).

Akan tetapi, pemberian tanah tersebut tidak secara cuma-cuman. Jokowi mensyaratkan harus ada tujuan yang jelas penggunaan lahan tersebut untuk apa dan sebagainya.

"Tapi dengan sebuah itung-itungan proposal juga yang visible. Artinya ada visibility study yang jelas. Akan digunakan apa barang itu, lahan itu. Akan saya berikan," imbuhnya.

Selain tujuan yang jelas, Jokowi juga mengatakan, syaratnya tidak boleh menentukan lokasi lahan. Lahan akan diberikan tapi yang menentukan lokasi adalah dirinya sendiri.

"Silahkan. Untuk apa? Tapi jangan menunjuk 'Pak saya yang di Kalimantan saja.' Jangan. Saya yang memutuskan oh bapak butuh 10.000 ya. Saya berikan nih ada di Sumatera. Oh 50.000 saya ada nih di Kalimantan Silahkan. Dengan sebuah visbilty yang itung-itungan dan kalkulasi yang jelas," paparnya.

Jokowi mengatakan akan berusaha untuk memberikan kebutuhan lahan tersebut. Akan tetapi, jika benar-benar berminat harus memenuhi syarat yang ditentukan.

"Saya akan berusaha untuk memberikan itu, insyallah. Karena saya punya bahan banyak, stok. Tapi ga saya buka kemana-mana. Kalau bapak ibu sekalian ada yang memiliki silahkan datang ke saya diantar oleh Buya Anwar Abas," sambungnya.

Sebelumnya, dalam forum yang sama, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengungkapkan indeks ketimpangan atau gini ratio di era Jokowi memang menurun. Dari 0,41 sebelum Jokowi menjabat, kini sudah berada di posisi 0,39.

"Cuma dalam bidang pertanahan, indeks gini kita sangat memprihatinkan itu 0,59. Artinya 1% penduduk menguasai 59% lahan yang ada di negeri ini. Sementara yang jumlahnya sekitar 99% itu hanya menguasai 41% lahan yang ada di negeri ini," kata dia.

(dna/dna)