Department Store Mewah Dilego Rp 76 T, Siap Dibeli Raksasa Ritel Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 10:40 WIB
Pengunjung pusat perbelanjaan Senayan City memadati mal tersebut untuk berburu barang dalam ajang Midnight Sale, Jakarta, Jumat (1/6/2018) malam. Untuk meramaikan puasa di bulan Ramadan 2018 dan jelang Lebaran, sejumlah mal di Jakarta pun menggelar midnight sale. Grandyos Zafna/detikcom

Setiap mal pun menawarkan program diskon yang menggiurkan. Berbagai benda dan barang kebutuhan sehari-hari, kebutuhan liburan, sampai kebutuhan Lebaran tak ketinggalan mendapat sale sampai dengan 70 persen lebih.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Jaringan toko department store mewah Inggris, Selfridge dikabarkan dijual. Jaringan ritel itu akan dibeli oleh perusahaan ritel dari Thailand dan perusahaan properti Austria.

Mengutip CNN, Senin (27/12/2021), menurut sumber yang mengetahui informasi tersebut, Selfridges dijual sekitar US$ 5,37 miliar atau setara Rp 76,25 triliun (kurs Rp 14.200).

Central Group Thailand dan perusahaan real estat Austria Signa Group yang bersama-sama memiliki department store besar di seluruh Eropa, mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan.

Sebelumnya Selfridges sudah berpindah tangan. Pada 2003 jaringan ritel ini dibeli oleh keluarga miliarder asal Kanada, Weston senilai hampir 600 juta poundsterling.

Central Group merupakan perusahaan dimiliki oleh keluarga miliarder Chirathivat, dan sementara Signa merupakan milik investor Austria, Rene Benko. Kedua perusahaan itu secara bersama-saham sudah memiliki department store di Jerman, Italia, Denmark, dan Swiss.

Didirikan pada tahun 1908, Selfridges Group mempekerjakan 10.000 orang dan memiliki 25 toko di seluruh dunia, termasuk di kota-kota besar di Inggris, Irlandia, Belanda, dan Kanada.

Signa dan Central akan mengambil alih 18 dari 25 toko dan berencana membangun hotel mewah di samping Oxford Street. Ditambahkan juga bahwa tujuh department store di Kanada bukan bagian dari paket tersebut.

Dengan Selfridges, mereka berharap dapat membangun kerajaan department store mewah dilengkapi dengan bisnis online. Sumber itu mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan target penjualan mereka menjadi 8 miliar euro (US$ 9,1 miliar) pada tahun 2024.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak juga Video: Gegara Corona, Matahari Tutup 7 Gerainya

[Gambas:Video 20detik]