Gokil! Ada Tanah Virtual Laku Rp 61 M, Belinya Pakai Uang Beneran

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 06 Jan 2022 13:50 WIB
Young kid with virtual reality headset touching earth globe, technology in education
Foto: iStock
Jakarta -

Dunia metaverse tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Hal itu dibuktikan dengan terjualnya sebidang real estat virtual seharga US$ 4,3 juta di The Sandbox. Nilainya setara Rp 61,9 miliar (asumsi kurs: Rp 4.400). Itu menjadi penjualan properti metaverse termahal pada periode akhir 2021.

Rekor sebelumnya dibuat oleh Metaverse Group, anak perusahaan Tokens.com setelah membeli tanah digital seharga US$ 2,43 juta. Tanah virtual terletak di Decentraland, lingkungan online yang dibangun di sekitar ekosistem metaverse. Demikian disadur detikcom dari India Times, Kamis (6/1/2022).

Menurut The Wall Street Journal, tanah virtual di The Sandbox dibeli oleh pengembang dari perusahaan video game Atari. Mereka adalah pengembang RollerCoaster Tycoon, Zoo Tycoon, dan game simulasi Tycoon lainnya.

Pengembang yang membeli tanah itu bernama "Republic Realm." Grup itu berinvestasi dalam real estat virtual dan aset digital lainnya dalam bentuk non-fungible token (NFT).

Penjualan aset virtual tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah metaverse, menurut data dari NonFungible.com.

Sandbox adalah metaverse Ethereum dan terkait dengan mata uang lokalnya yang disebut SAND. Properti dijual sebagai NFT sehingga memungkinkan pembeli untuk menegaskan kepemilikan aset digitalnya, di sisi lain tetap mempertahankan kemampuan untuk menjualnya di masa depan.

NFT dapat berupa apa saja, mulai dari seni, musik, dan tentu saja termasuk tanah virtual. Di The Sandbox, mereka disebut LAND NFT. Baru-baru ini, seseorang membayar US$ 450 ribu untuk menjadi tetangga Snoop Dogg, musisi Amerika.

(toy/dna)