Peluang Investasi Rumah Tapak Masih Menggeliat, Begini Faktanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 16 Jan 2022 10:52 WIB
dHouse Hunter Pamulang/Foto: Anisa Andriani
Ilustrasi foto rumah/Foto: Anisa Andriani
Jakarta -

Studi dari Colliers menyebut, tahun 2022 adalah masa pemulihan sektor properti. Tahun ini, diyakini sektor ini akan mengalami akselerasi pertumbuhan.

Beberapa indikator sektor properti yang mulai membaik terlihat dari pergerakan ekonomi makro pada akhir tahun selama 2021. Adanya wacana PPN DTP yang akan diberikan juga kepada rumah inden (rumah belum jadi) menjadi peluang besar bagi pengembang maupun investor.

"Dampak dari insentif pajak ini sangat terasa bagi sektor residensial rumah tapak karena kebutuhan rumah tapak masih sangat besar," tulis studi tersebut, Minggu (16/1/2022).

Perpanjangan insentif pajak untuk rumah baru pada tahun ini juga berdampak signifikan terhadap pertumbuhan penjualan sektor properti.

CEO PT Lippo Karawaci, John Riady mengatakan, ini adalah momentum yang tepat untuk membeli properti. Bukan hanya untuk hunian, melainkan juga untuk investasi.



John yakin pada tahun 2022 akan terjadi percepatan pemulihan properti khususnya residensial rumah tapak sehingga sektor properti tetap menjadi primadona investasi saat ini.

"Investasi properti merupakan peluang bisnis yang menarik. Waktu yang tepat untuk berinvestasi ditentukan oleh ketepatan memanfaatkan peluang yang ada. Di masa pandemi seperti saat ini, biasanya orang tidak berani berinvestasi. Namun, sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi dan membeli rumah," ujar John.

John mengatakan, untuk memanfaatkan momentum itu juga, pihaknya meluncurkan produk yaitu Cendana Homes Series dengan harga mulai dari Rp 560 juta. Hanya dalam kurun waktu 2 tahun, unit tersebut telah mencapai harga jual di atas Rp 700juta.

"Saat berinvestasi yang tepat adalah sekarang. Membeli saat market sedang turun bukan pada saat market tinggi." ujar John

(hal/zlf)