ADVERTISEMENT

Porsi APBN untuk Pembangunan IKN Naik Jadi 53%, Bengkak Nih?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 21:00 WIB
Jokowi Pindahkan Ibu Kota
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Pemerintah makin serius melakukan persiapan ibu kota negara (IKN) baru. Kalimantan Timur rencananya bakal gantikan Jakarta jadi ibu kota baru di tahun 2024 mendatang.

Menyoal pendanaan, kabar terbaru IKN bakal dibangun dengan gabungan pendanaan dari APBN, kerja sama pemerintah dengan badan usaha alias KPBU, BUMN, dan sektor swasta.

Rencana itu diungkap dalam website resmi IKN.go.id, seperti dilihat detikcom pada Senin (17/1/2022). Nah rincian pendanaannya dalam website tersebut disebutkan APBN bakal mendanai sebanyak 53,5%, sisanya gabungan KPBU, BUMN dan sektor swasta sebesar 46,5%.

Dalam website tersebut, Ibu Kota Negara akan dibangun untuk mencapai target Indonesia sebagai negara maju, sesuai Visi Indonesia 2045.

"Dibangun dengan identitas nasional, IKN akan mengubah orientasi pembangunan menjadi Indonesia-sentris, serta mempercepat Transformasi Ekonomi Indonesia," tulis keterangan dalam website tersebut.

IKN baru disebut bakal jadi sebuah superhub. Akan ada 6 kluster ekonomi di sana mulai dari Industri Teknologi Bersih, Farmasi Terintegrasi, Industri Pertanian Berkelanjutan, Ekowisata dan Wisata Kesehatan, Bahan Kimia dan Produk Turunan Kimia, hingga Energi Rendah Karbon.

Akan dibangun juga 2 kluster pendukung. Mulai dari kluster Pendidikan Abad ke-21 dan Smart City dan Pusat Industri 4.0.

Kembali ke masalah pendanaan, sebelumnya pemerintah sendiri sudah pernah mengatakan APBN cuma digunakan 19% untuk IKN. Artinya, angka pendanaan APBN yang diungkapkan dalam website IKN tersebut sudah bengkak jauh lebih besar dari rencana awal.

Medio 2019 silam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pendanaan dalam pemindahan ibu kota akan menggunakan 19% dari APBN. Sedangkan sisanya adalah pendanaan dari investasi swasta dan BUMN.

"Perlu saya sampaikan kebutuhannya Rp 466 triliun. 19%. nya akan berasal dari APBN," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019) silam.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT