63 Kasus Mafia Tanah Diberangus Selama 2021, Modus Ini Wajib Diwaspadai

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 18 Jan 2022 16:48 WIB
mafia tanah
Foto: Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis
Jakarta -

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) sepanjang 2021 mencatat ada 63 kasus kejahatan tanah atau mafia tanah yang telah diselesaikan.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan, kasus mafia tanah yang telah diselesaikan sepanjang 2021 itu muncul dari berbagai modus operandi.

"Penanganan permasalahan pertanahan, ini contoh kita deskripsi termasuk mafia tanah dan lain-lain," ucapnya dalam rapat dengan Komisi II DPR, Selasa (18/1/2022).

Dari 63 kasus mafia tanah di 2021 itu paling banyak menyangkut masalah pemalsuan dokumen. Tercatat ada 42 kasus terkait hal tersebut. "Ada 42 kasus itu menyangkut pemalsuan dokumen, ini yang jadi masalah," tuturnya.

Sofyan menjelaskan, terkait kasus pemalsuan dokumen tersebut, BPN sebenarnya tidak bisa membuktikan kebenaran dokumen pertanahan.

"Kalau misalnya ada orang datang bawa girik, mungkin girik palsu yang sudah dimainkan diakalin. Lalu datang ke BPN ada surat keterangan minta disertifikatkan," terangnya.

Jika secara legal formal terpenuhi, lanjut Sofyan, maka pelaku mafia tanah itu tetap bisa mendapatkan sertifikat. Ternyata girik yang dibawa adalah palsu.

"Ini kami tidak bisa membuktikan. Jadi 66,7% kasus itu pemalsuan dokumen," tambahnya.

(das/fdl)