Nusantara Resmi Gantikan Jakarta Jadi Ibu Kota, Ini Sederet Faktanya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 06:45 WIB
Ibu Kota Negara Indonesia yang baru sudah diputuskan pemerintah dengan nama Nusantara. Bagaimana sejarah nama Nusantara?
Rancangan ibu kota negara baru/Foto: dok. screenshot

3. Skema Pembiayaan Tak Akan Rugikan APBN

Suharso memastikan skema pembiayaan pemindahan IKN ke Kalimantan Timur tidak akan merugikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dalam skema pembiayaan pemerintah akan mengikuti bisnis model dan financial moidel yang tidak merugikan APBN, jadi tidak merugikan APBN. Kita akan memaksimalisasi kekayaan negara, justru untuk membuat kita jadi lebih punya aset yang lebih banyak lagi," bebernya.

Suharso juga menjanjikan bahwa pihaknya akan menghindari pembiayaan utang jangka panjang. "Kita juga menghindari pembiayaan-pembiayaan utang jangka panjang, kita akan hindari itu," tuturnya.

4. Tahapan Pembangunan

Mengacu buku saku pemindahan IKN, tahapan pembangunan ibu kota baru dilakukan pada 2020-2024, yakni membangun infrastruktur utama seperti Istana Kepresidenan, Gedung MPR/DPR, dan perumahan di area utama IKN. Kemudian pemindahan ASN/PNS tahap awal seperti TNI, Polri, dan MPR.

Pada tahap awal juga ditargetkan infrastruktur dasar utama selesai dibangun dan beroperasi, seperti air hingga energi untuk 500 ribu penduduk di tahap awal.

"Presiden pindah ke KIKN sebelum 16 Agustus 2024 dan merayakan Peringatan Hari Kemerdekaan RI di KIKN pada tanggal 17 Agustus 2024," demikian dikutip detikcom dari buku saku pemindahan IKN.

Selanjutnya pada 2025-2035 fokusnya adalah membangun IKN sebagai area inti yang tangguh, mencakup pengembangan fase kota berikutnya, misalnya saja pusat inovasi dan ekonomi.

Pada fase kedua juga targetnya adalah menyelesaikan pemindahan pusat pemerintahan IKN, mengembangkan sektor-sektor ekonomi prioritas, menerapkan sistem insentif untuk sektor-sektor ekonomi prioritas, serta mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Kemudian yang dilaksanakan pada 2035-2045 adalah membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem 3 kota untuk percepatan pembangunan Kaltim, dengan cara memperluas pengembangan kota dan menyelesaikan konektivitas antar dan dalam kota.

IKN juga pada periode tersebut ditargetkan menjadi destinasi FDI nomor 1 untuk sektor-sektor ekonomi prioritas di Indonesia, menjadi 5 besar destinasi utama di Asia Tenggara bagi talenta global.

Berikutnya mendorong jaringan utilitas yang berkelanjutan dengan mengimplementasikan enablers ekonomi sirkuler, serta mengembangkan pusat inovasi dan pengembangan talenta.

Mulai 2045 dan seterusnya yang jadi fokus adalah mengokohkan reputasi IKN sebagai "Kota Dunia untuk Semua". Capaian yang akan dikejar, yakni menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing, 10 besar livable city (kota layak huni) di dunia, dan mencapai net zero-carbon emission (nol emisi karbon), serta 100% energi terbarukan pada kapasitas terpasang.


(aid/zlf)