Referensi Ibu Kota Nusantara: Dari BSD sampai Turki

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 17:46 WIB
Nama ibu kota baru kini telah disepakati oleh pemerintah dengan nama Nusantara. Bagaimana fakta terbarunya?
Foto: dok. Screenshot
Jakarta -

Kawasan BSD hingga tata kota di Turki disebut bakal jadi referensi pembangunan ibu kota baru. Hal itu diungkapkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja.

Endra mengatakan dari BSD dan Alam Sutera salah satu yang bakal jadi contoh adalah pembuatan dan pengelolaan rumah susun. Baginya, referensi ibu kota baru bisa didapatkan dari mana saja, termasuk melihat tata kota di BSD dan Alam Sutera.

"Jadi kan BSD itu salah satu referensi, Alam Sutera referensi, di situ ada rumah susun. Saya kira sebagai referensi bisa dari mana saja," ungkap Endra dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (24/1/2022).

Dia juga mengatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun sempat menjadikan penataan perumahan di Turki sebagai referensi dalam membangun ibu kota baru.

Katanya, di negara tersebut ada banyak rumah-rumah susun yang di bangun di kawasan lembah dan cocok dengan kondisi lapangan yang ada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang digadang-gadang bakal jadi area ibu kota baru.

"Termasuk pada waktu beliau ke Turki, pak Menteri juga melihat rumah-rumah susun yang ada di lembah-lembah. Itu kita sebutnya perumahan sosial, itu juga sangat menarik karena sesuai dengan kontur yang ada di Penajam Paser Utara," papar Endra.

Endra pun mengatakan Presiden Joko Widodo meminta agar ibu kota baru menjadi tempat untuk talenta kelas dunia yang punya visi serba modern. Hal itu akan diwujudkan juga dengan bentuk fisik bangunannya.

"Jadi sebagai referensi kita bisa ambil dari mana saja, tapi visi untuk dia jadi tempat talent global itu dari indonesia bisa dipenuhi. Pak Presiden menghendaki bahwa ini kan pusat dari talent Indonesia yang punya visi global, visi modern, visi Indonesia maju," jelas Endra.

"Jadi kita pun harus menyesuaikan kebutuhan visi itu. Itu diterjemahkan dalam bentuk fisik bangunan," lanjutnya.

Dia juga sedikit menggambarkan bagaimana bentuk bangunan yang disebut-sebut modern. Endra menjelaskan nantinya bangunan di ibu kota baru bakal dibuat menjadi konsep hijau.

"Visinya berarti yang bisa kita lihat bangunan modern toh, bukan hanya dari sisi internet, pengaturan ruangnya, sekat-sekatnya minimal, banyak interaksinya. Kita fasilitasi seperti itu. Termasuk pencahayaannya, gedungnya juga green office," papar Endra.

Endra juga sempat ditanya apakah bakal ada pengembang besar yang bakal diajak membangun ibu kota baru. Menurutnya, belum ada rencana sampai ke situ, namun tak menutup kemungkinan pengembang besar ikut masuk dalam proyek IKN. Apalagi menurutnya banyak pengembang besar yang sudah pengalaman membangun ibu kota baru.

"Kita belum sejauh itu. Tapi semua investor kan welcome, bisa masuk ke situ. Untuk itu Sinarmas dan beberapa developer besar di Indonesia kan punya pengalaman bangun kota baru," ungkap Endra.

Belum lagi, menurut Endra faktanya ada banyak kawasan pengembangan di atas 500 hektare yang dia sebut menjadi kota baru. Maka bukan tak mungkin pengembang-pengembang di balik kota baru tersebut juga diajak membangun IKN baru, atau setidaknya dijadikan referensi membangun ibu kota baru.

"Luasan itu kan di atas 500 hektare bisa kita sebut kota baru, ada 20-30-an sejak tahun 80-an lah. Mulai dari Bintaro, BSD terus ke Alam Sutera dan seterusnya. Tentu sudah ada akumulasi pengalaman di situ membangun kota, kan ini juga kota baru juga," jelas Endra.



Simak Video "Bambang Susantono Blak-blakan soal Saweran Bangun IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)