Tim Pindah Ibu Kota 'Studi Banding' ke BSD, Apa Hasilnya?

Iffa Naila Safira - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 14:17 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Menteri PPN/Kerpala Bappenas Suharso Monoarfa (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kawasan BSD jadi salah satu referensi atau rujukan dalam rencana pemindahan ibu kota karena berbagai kemajuannya. Bahkan, Wakil Ketua Pansus RUU IKN Saan Mustopa mengatakan Pansus juga melakukan peninjauan langsung ke BSD hingga Alam Sutera untuk 'studi banding'.

Lalu apa hasilnya?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa buka-bukaan hasil 'studi banding' tersebut. Ia mengatakan, salah satu pelajaran yang bisa diambil dari BSD ialah infrastruktur fiber optik yang sudah lengkap. Dengan infrastruktur seperti itu, banyak perusahaan multinasional akhirnya memilih berkantor di kawasan BSD.

"Sekarang mereka (BSD) berkembang. Sudah ada apa? Apple Academia, Monash University, ada di sana. Kemudian Tokopedia ke sana, Unilever ke sana, Google di situ, Amazon ke situ. Kenapa mereka mau ke sana? Karena infrastuktur fiber optik paling lengkap di kota itu," kata Suharso saat berkunjung ke markas detikcom, Jakarta, Rabu (26/1/2022) malam.

Selain itu, untuk mengatur traffic kawasan, BSD memiliki ruang command center yang berlokasi di Gedung Sinar Mas Land Plaza yang bisa memantau kondisi lalulintas dan keamanan di wilayah BSD City.

"Dan mereka sudah mampu diasumsikan sebagai kota, mereka bisa melakukan Command Centre nya luar bisa, menggunakan AI, jadi kepadatan lalu lintas bagaimana lampu merah itu tidak berdasarkan menit, tapi berdasarkan kepadatan lalu lintas yg ditangkap oleh engine-nya itu," jelas Suharso.

Menurut Suharso, kawasan BSD ini sudah maju hingga membuat Tim Pindah Ibu Kota menjadikan kawasan ini sebagai referensi pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur. Beragam kemajuan di BSD bahkan membuat kawasan ini terasa lebih istimewa ketimbang ibu kota negara saat ini, Jakarta, yang pengelolaan lalulintasnya masih 1.0 alias masih menggunakan metiode lama.

"Di itu Jakarta kan mereka juga maju, pasang kamera lalulintas dan sterusnya. Tapi POLANTAS-nya seperti itu, lampu merahnya masih 1.0. Sementara di sana (BSD) mereka sudah lari di 2.0 sampai 3.0, sudah pakai AI untuk kelola laluintasnya," jelas Suharso.

Lihat juga video 'Pro-Kontra Pemindahan Ibu Kota Negara':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)