Kritiknya soal IKN Dibilang Geli Oleh Suharso, Faisal Basri: Saya Tersinggung!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 14:39 WIB
Ekonom dan politikus
Faisal Basri/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Ekonom Senior Faisal Basri menyampaikan kritikan pedas kepada pemerintah yang ingin buru-buru memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Dia menyampaikan jika di wilayah tersebut banyak lahan yang dikelola oleh Prabowo Subianto dan Sukanto Tanoto.

Kemudian masih ada juga lubang-lubang bekas galian tambang yang ditinggalkan oleh perusahaan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Harusnya diaudit dulu, kerusakan lingkungannya berapa. Ada pembersihan dari dosa-dosa masa lalu juga. Nah ini semua harus jelas sebelum Pak Jokowi selesai, karena itu pemindahan Ibu Kota harus secepat mungkin supaya investor oligarki ini punya kepastian," ungkap Faisal dalam acara 'Adu Perspektif' detikcom, Rabu (26/1/2022).

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengaku geli dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Faisal Basri.

"Masa sederhana cara berpikirnya, menurut saya nggak pasti. Apalagi lahan di sana, dia bilang kan banyak dikuasai oleh ini-ini dan seterusnya. Saya kira beliau harus mencari tahu benar informasi mengenai lahan itu, penguasaan negara berapa, masyarakat berapa dan badan hukum berapa itu semua terbuka," jelas dia.

Menurut Suharso ada Undang-undang yang mengatur kepentingan publik di daerah tersebut. Karena itu tidak mungkin ada keuntungan yang didapatkan dari pemilik konsesi. Suharso mengharapkan Faisal bisa mengedukasi kontra pemindahan ibu kota ini dengan cara yang baik.

"Sebagai orang yang mengerti persoalannya mesti bisa memberikan edukasi, artinya kalau mau mengkritik oke. Pro dan kontra terhadap IKN itu sah-sah saja. Tapi bagaimana cara membawakan yang kontra dan yang pro supaya bisa diterima," jelasnya.

Simak video 'Pro-Kontra Pemindahan Ibu Kota Negara':

[Gambas:Video 20detik]



Faisal Basri tersinggung. Klik halaman berikutnya.