ADVERTISEMENT

Goks! Beli Properti di Australia Bisa Dapat Diskon Pajak 50 Persen

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 07 Feb 2022 15:58 WIB
Ilustrasi Properti di Australia
Foto: Ilustrasi Properti di Australia (Istimewa)
Jakarta -

Guna mempercepat pemulihan ekonomi khususnya di sektor properti, pemerintah Australia khususnya negara bagian Victoria mengeluarkan kebijakan khusus bagi para pembeli hunian pertama termasuk para pembeli dari luar negeri. Pemerintah Victoria memberikan potongan hingga 50 persen untuk stamp duty bagi para first home buyers untuk proyek hunian off the plan hingga bulan Juli 2022.

Hal ini tentu saja membuat sektor properti di negara bagian Victoria, khususnya Melbourne semakin menggeliat. Menyikapi hal tersebut, Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia Tyas Sudaryomo mengungkapkan, pihaknya sebagai pengembang sangat antusias menatap bisnis pada tahun 2022 ini. Crown Group merupakan pengembang Australia yang didirikan oleh pengusaha Indonesia Iwan Sunito.

"Tentu saja hal ini merupakan berita yang menggembirakan khususnya bagi para calon pembeli dari Indonesia yang sedang mencari investasi properti di Melbourne dengan potensi imbal hasil yang besar. Masuknya Kembali para siswa luar negeri ke Melbourne sebagai salah satu destinasi Pendidikan utama di Australia turut berperan memicu perbaikan sektor properti di ibukota negara bagian Victoria tersebut," kata Tyas dalam keterangannya, Senin (7/2/2022).

Perlu diingat juga kalau hampir 60 persen mereka yang tinggal di kawasan inner suburb Melbourne seperti Southbank adalah dari kalangan penyewa. Dampak positifnya dapat terlihat dari data yang dimiliki oleh domain.com.au yang menunjukkan tingkat kekosongan di Melbourne turun selama tiga bulan berturut-turut dari 3,1 persen pada Oktober 2021 menjadi 3 persen pada November 2021 dan saat ini berada di level terendah sejak Juni 2020.

Melbourne adalah kota terbesar kedua di Australia dengan populasi 4,2 juta orang. Kota ini juga merupakan rumah bagi delapan lembaga pendidikan yang diakui secara global yang dapat menampung hingga 300 ribu siswa dan dua pertiganya merupakan siswa dari luar negeri.

Mengutip data www.studymelbourne.vic.gov.au, setiap tahunnya terdapat 200 ribu siswa dari 170 negara yang datang ke Victoria untuk melanjutkan studinya dan tersebar di Monash, Melbourne University, dan RMIT. Tiga universitas ini merupakan tiga institusi pendidikan yang paling diminati oleh siswa Indonesia di Melbourne.

Karena itu Melbourne selain dikenal sebagai kota universitas terbesar di Australia juga sebagai destinasi investasi properti di Kawasan Asia Pasifik. Mengutip theurbandeveloper.com, bank-bank besar Australia memprediksi pertumbuhan harga hunian di Kota Melbourne tahun 2022 dengan sangat positif. ANZ memperkirakan pertumbuhan hunian mencapai 7 persen sementara CBA dan Westpac memprediksi pertumbuhan harga mencapai 8 persen.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Start Bisnis Properti Modal UMR"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT