ADVERTISEMENT

WFH Bikin Makin Banyak Orang Pengin Punya Rumah, Ini Buktinya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2022 17:42 WIB
Real estate or property investment. Home mortgage loan rate. Saving money for retirement concept. Coin stack on international banknotes with house model on table. Business growth background
Foto: Getty Images/iStockphoto/Zephyr18
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih terjadi hingga saat ini. Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sudah menjadi tren di kalangan pekerja.

Karena itu banyak masyarakat yang berminat memiliki rumah meskipun masih pandemi. Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan jika saat ini animo masyarakat untuk memiliki rumah cukup baik karena WFH memaksa segmen masyarakat menengah bawah juga harus memiliki rumah layak huni.

Hal ini mendorong angka penjualan rumah pada awal tahun ini meningkat pesat.

Menurut dia, penjualan pada bulan Januari biasanya sepi, namun tahun ini angkanya mencapai sekitar 19.000 unit sampai 20.000 unit. Bahkan jika dilihat angka sampai bulan Maret 2022 ini pertumbuhan KPR Bank BTN sudah sangat signifikan. "Kita harapkan ini bisa didorong terus tumbuh sampai akhir tahun double digit 11-12%," kata dia dalam siaran pers, Jumat (1/4/2022).

Nixon mengaku, peluang dan potensi untuk mengejar target tersebut sangat besar. Pasalnya penjualan rumah yang harganya di bawah Rp1 miliar pertumbuhannya cukup baik. Apalagi jika kondisi pandemi berubah menjadi endemi, BTN optimistis penjualan perumahan bakal naik lagi.

Pada kesempatan yang sama Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar sangat mengapresiasi peran developer yang sudah bekerja keras untuk melakukan penjualan rumah dan bekerja sama dengan Bank BTN selama ini. Untuk itu, dia berharap kerjasama ini akan terjalin semakin baik dan membuat industri perumahan tumbuh lebih tinggi lagi tahun ini.

"Kami akan terus berusaha untuk mempermudah para developer dalam melakukan proses bisnis. Tidak hanya itu kami juga ingin memberikan suku bunga yang bisa meringankan developer, sehingga bisa digunakan untuk pembangunan dari pada biaya bunga, kemudian yang pasti Bank BTN merelaksasi syarat-syarat KPR ini agar penjualan lebih meningkat," katanya.

Saat ini BTN siap memberikan kemudahan proses kredit bagi para pengembang yang mempunyai track record baik. Kemudahan tidak hanya dalam bentuk pemberian suku bunga khusus tetapi juga aturan-aturan terkait proses kredit akan direlaksasi.

Dia menyebut kemudahan yang diberikan Bank BTN ini diharapkan akan memotivasi para developer yang berkategori platinum dan gold ini untuk membangun banyak proyek perumahan dan KPR-nya dibiayai oleh Bank BTN.

Para developer ini sangat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri pembiayaan perumahan baik yang KPR Subsidi maupun KPR Nonsubsidi. Untuk itu, perseroan memiliki kewajiban mempermudah para pengembang yang memiliki track record baik ini dalam proses kreditnya.



Simak Video "Rumah atau Nikah, Ini Jawaban Vidi Aldiano "
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT