Orang Terkaya Ukraina Sumpah Mau Bangun Lagi Kota Mariupol yang Hancur

ADVERTISEMENT

Orang Terkaya Ukraina Sumpah Mau Bangun Lagi Kota Mariupol yang Hancur

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2022 12:05 WIB
Kota Mariupol, Ukraina, dijaga oleh sejumlah pasukan pro-Rusia. Belum lama ini, Rusia pun dilaporkan akan menutup jalur masuk dan keluar kota yang terkepung itu
Foto: REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO
Jakarta -

Orang terkaya Ukraina berjanji untuk membantu membangun kembali kota Mariupol yang hancur Rusia. Mariupol merupakan tempat yang dekat dengan hatinya.

Orang terkaya itu adalah Rinat Akhmetov. Di tempat itu,ia memiliki dua pabrik baja besar berskala global.

Akhmetov telah melihat kerajaan bisnisnya hancur. Namun, ia yakin akan sebut "prajurit pemberani kita" akan mempertahankan kota tersebut.

Saat ini, perusahaan Metinvest miliknya, pembuat baja terbesar di Ukraina, telah mengumumkan tidak dapat memberikan pasokannya.

"Mariupol adalah tragedi dunia dan contoh kepahlawanan dunia. Bagi saya, Mariupol telah dan akan selalu menjadi kota Ukraina," kata Akhmetov dalam jawaban tertulis atas pertanyaan dari Reuters, dikutip dari CNBC, Selasa (19/4/2022).

Ia mengaku percaya tentara Ukraina akan mampu mempertahankan kota, meskipun ia juga mengerti betapa sulit hal itu.

Akhmetov menambahkan, setiap hari ia menjalin komunikasi dengan manajer Metinvest yang menjalankan pabrik Azovstal dan Illich Iron and Steel Works di Mariupol. Metinvest menegaskan tidak akan pernah beroperasi di bawah pendudukan Rusia dan bahwa pengepungan Mariupol telah melumpuhkan lebih dari sepertiga kapasitas produksi metalurgi Ukraina.

Akhmetov tidak mengatakan di mana dia sekarang, tetapi dia berada di Mariupol pada 16 Februari lalu, hari dimana beberapa badan intelijen Barat memperkirakan invasi akan dimulai. "Saya berbicara dengan orang-orang di jalanan, saya bertemu dengan pekerja...," katanya menggambarkan situasinya saat itu.

"Ambisi saya adalah kembali ke Mariupol Ukraina dan menerapkan rencana (produksi baru) kami sehingga baja yang diproduksi Mariupol dapat bersaing di pasar global seperti sebelumnya," tambah Akhmetov.

Menurut majalah Forbes, kekayaan bersih Akhmetov pada 2013 mencapai US$ 15,4 miliar atau setara Rp 221,08 triliun (kurs Rp 14.356). Saat ini mencapai Rp 55,99 triliun. Hal ini menjadikannya sebagai orang terkaya Ukraina.

Kerajaan bisnisnya menyusut sejak 2014, ketika Rusia mencaplok semenanjung Laut Hitam Krimea dan dua wilayah timur Ukraina, Donetsk dan Luhansk.

"Bagi kami, perang pecah pada tahun 2014. Kami kehilangan semua aset kami baik di Krimea dan di wilayah Donbas yang diduduki sementara. Kami kehilangan bisnis kami, tetapi itu membuat kami semakin tangguh dan kuat," jelasnya.

Simak Video 'Kepulan Asap dari Benteng Terakhir Tentara Ukraina di Mariupol':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT