Bunga Acuan BI Diramal Tetap 3,5%, Ini Alasannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2022 09:52 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia, lgo bank indonesia, bi, gedung bank indonesia di Jakarta
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) hari ini akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) bulanan. Salah satunya adalah suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate.

Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan bank sentral masih akan mempertahankan suku bunga acuan BI7RR di level 3,5% pada RDG bulan ini.

"Mempertimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah dan terkendalinya inflasi, di tengah peningkatan risiko eksternal yang didorong ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina," kata dia, Selasa (19/4/2022).

Dia mengungkapkan kondisi nilai tukar rupiah yang stabil juga ditopang oleh faktor fundamental yang solid di tengah kondisi keseimbangan eksternal yang tetap terjaga mengingat kondisi Rusia-Ukraina yang mendorong kenaikan harga komoditas global turut mendukung kinerja ekspor bahkan kinerja ekspor per Maret 2022 tercatat tertinggi sepanjang sejarah.

Kemudian kondisi keseimbangan eksternal yang tetap solid tersebut mengindikasikan potensi current account balance yang cenderung surplus dalam jangka pendek ini. Sementara itu, dari sisi inflasi, meskipun tren inflasi cenderung meningkat pada tahun ini, namun masih didorong oleh cost push inflation seperti kenaikan harga BBM (Pertamax) dan kenaikan tarif PPn sebesar 1% yang efektif per 1 April 2022.

"Mempertimbangkan stabilnya nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi maka BI diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5%," jelas dia.

Ekonom Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengungkapkan BI diprediksi masih akan menahan bunga acuan di level 3,5%.



Simak Video "Kantor Perwakilan BI Yogyakarta Siapkan Tukar Uang Sejumlah Rp 4.255 T"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)