ADVERTISEMENT

Waspada! 3 Tantangan Ngeri Pemulihan Ekonomi di 2022

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 21 Mar 2022 16:36 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut ada tiga tantangan yang dihadapi dalam proses pemulihan ekonomi global. Hal itu berasal dari dampak normalisasi kebijakan negara-negara maju, dampak COVID-19 terhadap kondisi sektor riil atau scarring effect, dan ketegangan geopolitik yang terjadi di Rusia dengan Ukraina.

"Itu menjadikan permasalahan pemulihan ekonomi global lebih sulit dan harus kita lakukan bersama," katanya dalam 'Kuliah Umum: Mendorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi & Menjaga Stabilitas di Tengah Normalisasi Kebijakan Negara Maju & Ketegangan Geopolitik' secara virtual, Senin (21/3/2022).

Dampak dari normalisasi kebijakan negara-negara maju berkaitan dengan Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang menaikan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) per Maret 2022. Keputusan itu diprediksi akan terus dilakukan sebanyak enam kali lagi.

Kebijakan itu dinilai bakal berdampak pada kenaikan suku bunga global dan persepsi risiko di tingkat dunia. Kondisi itu jelas akan mempersulit negara berkembang untuk bisa pulih karena harus menghadapi dampak dari rambatan global ketidakpastian dan kenaikan suku bunga global terhadap arus modal.

"Karenanya juga membatasi kemampuan negara-negara berkembang dalam merumuskan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri," imbuhnya.

Isu kedua, dampak luka memar (scarring effect) dari pandemi COVID-19 yang menyerang banyak korporasi di negara maju. Hal ini turut berdampak pada kemampuan pemulihan ekonomi.

"Memang penyaluran kredit perlu ditingkatkan, tapi lebih dari itu adalah bagaimana melakukan reformasi di sektor riil, transformasi struktural untuk bisa mendorong daya saing kompetitif dan produktivitas di sektor riil dan dunia usaha," tuturnya.

"Dunia usaha juga harus berubah bagaimana melakukan strategi bisnis post COVID era. Termasuk bagaimana transisi ke ekonomi yang lebih hijau dan keuangan yang lebih sustainable," tambahnya.

Tantangan ketiga sekaligus yang paling berdampak adalah ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Kondisi itu turut berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi global.

"Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina dampaknya juga berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi global," ungkapnya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT