Geliat Wajah IKN Nusantara Sudah Terlihat, Masyarakat Lokal Antusias

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 24 Apr 2022 17:00 WIB
tahapan pindah ibu kota
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis
Jakarta -

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, sudah berlangsung di lapangan. Memasuki semester II tahun ini, pembangunan infrastruktur dasar akan semakin terlihat, terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektar.

Kementerian Kehutanan saat ini tengah mempercepat penyelesaian pembangunan pusat pembibitan pohon (nursery center) di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam tujuh bulan hingga setahun ke depan, nursery center yang berada di arah Selatan kawasan IKN ini siap memasok 15-20 juta bibit pohon. Bibit pohon tersebut masuk dalam program revitalisasi dan reboisasi kawasan hutan IKN Nusantara.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga sedang membangun Bendungan Sepaku Semoi, yang terletak di arah Utara kawasan IKN Nusantara. Bendungan Itu nantinya digunakan untuk sumber air baku, yang progresnya sudah 45% per pertengahan April 2022.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pemerintah akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 30 triliun, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 untuk pembangunan infrastruktur dasar IKN.

Geliat pembangunan ini, tentunya telah membangkitkan harapan masyarakat lokal. Kepala Adat Besar Dayak, Hamtolius Gati mengatakan kehadiran IKN Nusantara, memberikan optimisme kemajuan besar bagi Kalimantan berupa pembangunan infrastruktur perhubungan, pendidikan, pertanian, pariwisata, hingga sosial budaya.

"Kami berkeyakinan kawasan ini akan berkembang pesat, seiring dengan keberadaan IKN Nusantara. Gerak pembangunan tidak hanya di seputar Kabupaten Penajam Paser Utara, tapi akan meluas ke seluruh provinsi Kalimantan Timur bahkan lebih luas lagi," ujar Hamtolius dalam sebuah keterangan, Minggu (24/4/2022).

Senada, Kepala Adat Dayak Dusun Wisata Putak, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kertanegara Yulius Lamus juga mengatakan dari konsep IKN Nusantara dipastikan bisa membuat masyarakat lokal tidak akan terpinggirkan, malah akan diberdayakan.

"Konsep kota canggih yang menyatu dengan kawasan hutan atau smart forest city berarti pembangunan yang mempertahankan alam, lingkungan hidup, dan tentunya juga budaya, adat, dan tradisi setempat. Ini jadi berkah bagi kami, karena IKN Nusantara akan menata dusun dan desa Adat Dayak yang banyak terdapat di kawasan luar IKN. Kekayaan adat budaya lokal ini, akan dikembangkan untuk mendorong sektor pariwisata yang bermanfaat secara sosial ekonomi bagi kita semua," papar Yulius.

Bersambung ke halaman selanjutnya.