Dua Kali Nggak Laku Dilelang, Aset Tommy Soeharto Jadi Diambil Alih Negara?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 27 Apr 2022 11:35 WIB
Infografis Daftar Aset Tommy Soeharto Rp 600 miliar yang disita negara
Ilustrasi Lelang Aset Tommy Soeharto (Foto: Infografis detikcom/Denny)
Jakarta -

Aset sitaan debitur dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto sudah dua kali tidak laku dilelang. Pelelangan dilakukan pada 12 Januari 2022 dan 27 April 2022, hasilnya sama yakni tidak ada peminat (TAP).

Direktur Hukum dan Humas DJKN, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan tidak ada yang mendaftar sebagai peserta lelang aset Tommy Soeharto sampai satu hari sebelum batas akhir penawaran hari ini pukul 10.00 WIB (sesuai server). Pelelangan dilakukan secara tertutup melalui internet (closed bidding) oleh Pejabat Lelang Kelas I pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta.

"Mengingat sampai batas waktu yang ditentukan yakni selambat-lambatnya 1 hari sebelum pelaksanaan lelang, tidak terdapat peserta lelang yang mendaftar dan menyetorkan uang jaminan, maka lelang eksekusi Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang dilakukan oleh Pejabat Lelang Kelas 1 KPKNL Purwakarta dinyatakan TAP," katanya kepada wartawan, Rabu (27/4/2022).

Lantas apakah aset Tommy Soeharto yang nggak laku dilelang bakal diambil alih negara? Wanita yang akrab disapa Ani itu menyebut belum ada keputusan terkait. Akan dilakukan pengkajian terlebih dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Belum ada pembahasan tentang ini (apakah akan dialihkan ke negara), kan baru selesai lelangnya. Nanti dikaji dulu," tuturnya.

Ani menyebut ada kemungkinan dilakukan pelelangan ulang ketiga kalinya untuk aset Tommy Soeharto atas nama PT Timor Putra Nasional. "Iya masih ada kemungkinan lelang ketiga," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN Kementerian Keuangan, Purnama Sianturi mengatakan jika aset Tommy Soeharto nggak laku lagi maka akan diambil alih menjadi milik negara. Hal itu dinilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Satgas BLBI dan DJKN akan mencari cara yang paling pas, di mana jaminan tersebut dan sesuai ketentuan, maka akan diambil alih menjadi milik negara," ungkapnya dalam Bincang Bareng DJKN, Jumat (22/4/2022).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Simak Video: Satgas BLBI Sudah Sita Tanah 19,9 Juta Meter, Mahfud: Pokoknya Sita Dulu!

[Gambas:Video 20detik]