Babak Baru Pembangunan IKN, PUPR Mulai Cari Kontraktor

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Selasa, 31 Mei 2022 21:00 WIB
Presiden Joko Widodo resmi memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara Indonesia yang baru. Lalu bagaimana nasib Jakarta?
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pembangunan Ibukota Negara Nusantara atau IKN di semester 2 semakin jelas. Pasalnya, saat ini proses lelang untuk sejumlah proyek pengerjaan infrastruktur dasar di IKN sudah dibuka pemerintah.

Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga mengatakan pelelangan sudah dimulai sejak 30 Mei 2022.

"Kita harapkan sudah ada tandatangan kontrak di akhir Juli atau awal Agustus. Ada yang sudah ditandatangani, tidak sekaligus, semua bertahap," jelasnya, kepada detikcom, Selasa (31/5/2022).

Danis menyampaikan dengan sudah diadakan lelang memantapkan rencana pembangunan IKN di semester 2. "Kita harapkan (semester 2) mulai pengerjaannya," imbuh dia.

Dengan diadakannya lelang ini, berarti Kementerian PUPR mencari kontraktor pelaksana proyek IKN di Kalimantan Timur.

Danis menjelaskan di semester 2 nanti pembangunan yang akan dikerjakan memang berhubungan dengan infrastruktur dasar.

"Basic infrastructure, ya, kita penyiapan lahan, akses jalan, air bersih, sanitasi. Kemudian sebagian Istana (Negara), kantor-kantor. Kita harapkan bertahap," jelasnya.

Danis menjelaskan pembangunan IKN di semester 2 ini menggunakan Anggaran Pemerintah Belanja Negara (APBN).

"Anggaran APBN sementara. Sampai saat ini masih APBN," imbuh Danis.

Bagi para kontraktor yang berminat mengikuti lelang ini, ada sejumlah dokumen yang mesti disiapkan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penyediaan Infrastruktur dan Pengadaan Barang/Jasa yang Lainnya Dengan Kekhususan Dalam Rangka Kegiatan Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan Ibu Kota Negara, Serta Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara

Adapun dokumen-dokumen itu bisa dilihat di halaman selanjutnya.