Rencana Besar di IKN: Pakai Energi Hijau hingga Konsep Kota Pintar

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 22:14 WIB
Pekerja menyelesaikan pekerjaan persiapan jelang seremoni ritual Kendi Nusantara di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (13/3/2022). Presiden Joko Widodo akan menggelar seremoni ritual Kendi Nusantara dengan mengumpulkan 34 tanah dan air yang dibawa oleh 34 gubernur se-Indonesia di titik nol IKN Nusantara pada Minggu (14/3/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Foto: (dok. istimewa): Kawasan IKN Nusantara
Jakarta -

Ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur bakal dilengkapi energi hijau alias ramah lingkungan. Sistem tenaga listrik di ibu kota pengganti Jakarta itu bakal dikembangkan dalam tiga tahap.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menjelaskan dalam jangka pendek atau dari 2022 ke 2023 IKN dilengkapi PV Rooftop, EV Support di tempat umum dan komersial, perumahan, industri, dan stasiun pengisian daya.

Pada jangka menengah dari 2024 hingga 2025 IKN bakal memiliki Wind Farm alias ladang kincir angin pembangkit listrik dengan kapasitas 70 MW pada 2024 dan Solar Farm kapasitas 50 MW pada 2025.

"Dalam jangka panjang (2026-2045) akan dibangun pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 910 MW pada 2028," ungkap Bambang dalam keterangan tertulis Senin (6/6/2022).

Bambang menjelaskan IKN didesain menjadi kota yang hijau, inklusif, cerdas, tangguh, dan kota hutan yang berkelanjutan. Terdapat tiga konsep yang akan diterapkan dalam mengembangkan kota.

Pertama, Kota Hutan dengan didominasi oleh bentang alam dengan struktur hutan yang berfungsi sebagai ekosistem untuk menciptakan kehidupan bersama alam. Kedua, Kota Spons yakni dengan meningkatkan daya serap air untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas dan kuantitas air bersih.

"Berikutnya, Kota Pintar, yaitu kota dinamis, inklusif, didukung oleh masyarakat, dan siap menghadapi masa depan, kota yang didukung oleh teknologi sebagai akselerator untuk peningkatan produktivitas dan kualitas hidup," papar Bambang.

Bersambung ke halaman berikutnya. Buruan langsung klik